*WHAT THE REAL THING AND COMPETENCIES ABOUT BIO-ECONOMIC ?

from; Edmond Ferdinand La'lang, To : Nurul Candrasari Masykuri
 Tuesday, May 4, 2010 at 2:32pm


Bio-economic adalah sebuah metoda terobosan dan innovasi terhadap munculnya trend abad XXI sebagai abad Biologi yang telah diramalkan oleh Prof. John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox (1992) bahwa dunia akan mengalami suatu trend dengan pemakaian banyak merek produk berbasis nama biologi dan prediksi Prof. Smith (MIT) yang menyatakan bahwa pada 2020-2030 akan menjadi puncak abad Biologi hingga tahun 2050-2075 sebagai pengganti dari Abad Informasi (1995 – 2025) yang dicetuskan oleh Alvin Toffler. Selanjutnya Prof. Smith menyatakan bahwa di abad biologi ini banyak profesi yang akan hilang, seperti guru, dokter, account executive dari perusahaan pialang dan banyak lagi, bahkan mungkin pilot komersil oleh adanya mobil terbang. Kemudian saya dengan basis Fisheries Biologist dengan pengalaman sebagai surveyor pengukuran tanah yang sering hidup di hutan (mirip orang utan), belajar banyak tentang kehidupan lingkungan hidup alam yang penuh keanekaan ragaman hayati yang seharusnya kita lestarikan. Hasil survey pemetaan wilayah ini yang ditunjang oleh survey sosial ekonomi akan dibuat sebuah buku analisa data dan fakta kepada Pemprov. Jatim dan Pemda Kabupaten dan Kota (kami telah membuat tulisan buku sekitar 15 buah) dan di Jakarta tentang analisis daya dukung lingkungan, survey daerah rawan bencana dan gunung api, survey aliran DAS dan desain tata ruang site plan dalam suatu wilayah tertentu. Dengan dukungan proses belajar dan pengalaman dari basis ilmu perikanan, pertanahan, lingkungan hidup, tata ruang dan data sosial ekonomi serta data iklim wilayah (range 5 – 10 tahun) yang tentunya sama dengan studi kelayakan dan analisa dampak lingkungan serta tentunya dengan dukungan beberapa tulisan theologia serta keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan sesuai ajaran agama saya. Dengan berbagai keluhan dunia bisnis dan prediksi pakar di atas, dan pengalaman mengikuti bursa emas, saham dan forex, maka kami terdorong untuk memberikan sebuah solusi bagi ilmu ekonomi yang sudah tak mampu lagi melakukan prediksi indikator makro ekonomi, timbulnya berbagai krisis sejak tahun 1997-1998. Kami hanya menjadi salah satu mindmaster yang tak terjun langsung ke dunia politik (Amien Rais) dan ekonomi (Kwik Kian Gie cs. sebagai teman debat dalam arti mendukung polemik ekonominya terhadap berbagai kebijkan ekonomi pemerintahan Orba sejak tahun 1992an, lalu muncullah ekonom baru seperti Srimulyani, Faisal Basri dan Rizal Ramli sejak 1995an). Ini adalah proses kronologis atas penemuan metode Bio-economic kami melalui proses belajar dan pengalaman.
Metode bio-economic sebagai salah satu cara yang baik untuk membantu ilmu ekonomi menjadi lebih realitis, reliable dan kapabel dalam menjawab berbagai permasalahan ekonomi yang muncul dalam era globalisasi dan perdagangan bebas, dimana selama ini para ekonom harus selalu merevisi berbagai indikator ekonomi dan ketidakmampuan memberikan solusi bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, ketahanan produksi dan tingkat pemerataan dari sebuah kebijakan ekonomi yang tidak berkualitas dan larut dalam ekonomi kapitalistik yang serakah dan tak adil bagi golongan ekonomi kecil. Jadi ilmu ekonomi dalam kenyataannya hanya membuat kebijakan ekonomi bagi keuntungan konglomerasi usaha nasional dan global tanpa mau tahu bagaimana mengangkat dan member pemberdayaan ekonomi yang lebih adil dan demokratis kepada semua lapisan masyarakat agar fundamental ekonomi kita menjadi kuat secara jangka panjang, dimana selama ini hanyalah berbasis ekonomi pengurasan SDA, konsumtif dan financial driven yang justru sering membuat ekonomi menjadi cepat panas (overheating), berbusa (bubble) dan mudah mengalami gejolak, turbulensi dan krisis ekonomi dengan ekonomi hot money.
Para pakar ekonomi baru seperti Prof Paul Ormerod dengan metoda Butterfly Economy, George Soros dengan metoda Reflections, Fessant dan A. Tannous dengan metoda Ekono-Fisika, Prof. Smith dengan metoda Systemic Organizations dan Prof. Nouriel Roubini dengan metoda pengamatan grafik Standard and Poor dan kami sendiri (Edmond) dengan membaca, mencium dan insight analisis dari grafik index saham dan forex (valas) nasional dan global mampu melakukan prediksi dengan tepat terhadap kinerja ekonomi makro tanpa harus memakai metoda ilmu ekonomi ekonometrika, moneter dan ilmu ekonomi pembangunan. Maka kata orang “banyak jalan ke Roma” dalam arti kita dapat mengetahui kinerja ekonomi tanpa harus memakai ilmu ekonomi yang menurut kami sudah using dan tak mampu lagi menjawab mekanisme dan dinamika ekonomi riil masyarakat nasional dan global pada tingkat persaingan bebas yang keras, persaigan innovasi teknologi produk yang bersifat sigmoid dan spiral, selera konsumen yang cepat berubah dan cenderung bersifat chaoistik (sangat disadari oleh pakar Marketing, sehingga harus memakai metoda Psikografi dan Spritual Marketing untuk dapat menduga dengan tepat kemana arus needs and wants konsumennya yang selalu mengikuti berbagai perubahan dan dinamika bisnis yang cepat berubah dan adanya metoda pelaku bisnis bursa saham, komiditas dan valas yaitu Astronomi Financial yang dapat meramalkan dengan tepat fluktuasi pergerakan indeksnya dari susunan dan pergerakan planet Bimasakti dan milyaran bintang tata surya galaxy yang selalu bergerak dalam ruang dan waktu. Dengan demikian kami memakai basis ilmu biologis dan lingkungan hidup alam untuk mengetahui berbagai pergerakan indeks saham, komoditi, valas dan indicator makro ekonomi (hanya belum mampu membaca secara tepat dan tepat ekonomi mikro dalam jangka pendek, tapi cukup mampu untuk pergerakan grafik harganya dalam jangka 1 bulan ke atas, tapi jika emiteen Big Caps dan Blue Chip cukup mamapu secara harian dan mingguan). Dengan dukungan sisitim biologis dan berpikir open mind (iman dan ketaatan kepada Tuhan), open heart (penuh kasih saying kepada sesama, alam lingkungan dan alam semesta), open hand (mau bersosialisai dan bersahabat kepada sesame termasuk komunitas Facebook nasional dan global) dan open pocket (mau berbagi keuntungan kepada orang miskin sebagai inti dari sistim Sosialisme Modern kami).
Dengan penjelasan panjang lebar ini, semoga teman FB Bung Basri Hasan agar tidak mempunyai persepsi yang salah dan skeptis tentang metoda Bio-economi kami dan tidak mengaitkannya dengan polemik perburuhan perusahaan, FPI, PPI, mistikal dan hipokrisi. Justru menurut saya inilah jalan dan Jembatan Emas bagi manusia untuk lebih memahami kehidupan agama, ekonomi, sosial, politik dan lingkungan hidup secara lebih bersih, jujur, tidak conflict of interest, damai dan harmonis kepada sesama dan cinta lingkungan hidup secara lebih arif dan beradab tanpa adanya sifat egoistis, greedy, snobbish dan konsumptive driven yang penuh kehidupan glamor, mewah, koruptif, hedonistic berlebihan di atas penderitaan orang lain dan kerusakan lingkungan alam yang makin parah. Banyak contoh yang cukup andal bagi bio-ekonomi ini dalam memprediksikan berbagai kejadian secara visioner (bayangkan ratusan juta orang mempunyai visi yang berbeda dalam kehidupan pribadi, bisnis dan ekonomi untuk sebuah sequensi kejadian ekonomi, social, politik dan lingkungan hidup yang akhirnya harus dipersepsikan sebagai risiko yang berujung pada kerugian, kegagalan, kekalahan dan kebangkrutan yang semuanya harus dinilai dari sebuah symbol hedonistic yaitu “UANG atau MODAL” yang sering menimbulkan ketidakadilan dan kesewenangan dalam implementasinya. Banyak prediksi kami secara tepat dalam ukuran parameter (magnitude) dan waktu dari kejadian lingkungan alam, ekonomi dan politik. Pada 1998, kami melakukan survey pengukuran dan pemetaan di Kota Bondowoso (Jatim) tentang kontur wilayah, penggunaan tanah, social ekonomi dan iklim wilayah. Dalam buku kami tentang saran terhadap kondisi kontur dan lingkungan penggunaan tanah excisting tentang bahaya adanya bahaya banjir dan tanah longsor hingga ke hilirnya (setelah 5 tahun, terjadilah bencana banjir Kota Situbondo pada 2001 oleh pecahnya Dam Sungai), tentang prediksi dari tata ruang perkotaan kota Surabaya dan Jakarta sejak 1997 oleh pemukiman yang bersifat horizontal (bukan vertical dalam bentuk Apartemen) maka rasio tanah terbuka dan taman terhadap knstruksi rumah dan bangunan maka suatu saat akan terjadi banjir besar (genangan air) di Surabaya dan Jakarta dan pada 2002, terjadilah banjir besar di Jakarta yang menenggelamkan hamper seluruh kota Jakarta (6 meter air di sekitar Kuningan dan Jl. Sudirman), sejak 1993-1994, kami sudah mengingatkan kepada Sang Smiling General agar hati-hati dalam pengelolaan ekonomi, sosial dan politik dan segera mundur pada 1996, karena akan terjadi suatu krisis properti dan manufaktur yang menyeret gejolak kredit perbankan. Setelah 3 tahun lebih terbukti harus terjadi krisis ekonomi 1997-1998 yang hebat. Demikian juga kasus Lapindo terjadi polemik antara bencana alam atau Lapindo Brantas sebagai penyebabnya. Menurut kami, ya bencana gempa yang membuat retakan horizontal di kerak bumi dan bukan salah pengeboran, sehingga banyak ahli geologi dan pertambangan meramalkan bahwa setelah mencapai tingkat semburan 25.000 meter kubik/detik maka akan segera berhenti dan maaf diikuti oleh banyak doa dari paranormal dan istigozah ratusan ribu umat. Apakah benar terjadi yang didukung oleh berbagai doa itu ? Tentu ada yang salah dengan bangsa ini, kok doanya sering tak dikabulkan Tuhan, tapi kalau sajen, sungkem dan sogok kepada penguasa pusat dan daerah, tentulah akan dikabulkan dengan cara KKN bukan ? So, marilah kita ertobat dan selalu hipokrisi dalam beragama (ritual semata kata alm. Gus Dur, tapi dalam perilaku selalu melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hokum agamanya dan selalu lari dari kenyataan dan berlindung dalam pasal ayat agama bahwa Tuhan Maha Pengampun, meski sejahat apapun termasuk banyak didengungkan oleh umat di agama saya). Kata saya, tidak, dan saat diskusi di radio Mercuri Surabaya, saya mengatakan pasti akan sampai ke 150.000an, ternyata terjadi juga. Demikian juga terhadap pergerakan berbagai indeks IHSG, nilai Rupiah, indikator inflasi, tingkat SBI dan global serta USD/JPY, USD/DM (Jerman sebelum ada Euro) dan USD/CHF, kami sering perintahkan agar bergerak naik atau turun sesuai alunan fluktuasi bioritmik yang harus tejadi tanpa harus memakai berbagai data dan perhitungan matematika ekonomi yang sangat rumit tapi tak tepat sasaran), sedang para pelaku bisnis dan ekonom hanya melongo tak dinyana terjadilah bencana krisis ekonomi, termasuk resesi ekonomi dunia 2007-2008 oleh krisis subprime mortgages yang telah kami prediksikan sejak 2003 saat dimulainya perang Irak. Hanya memang Tuhan tak mengizinkan manusia sukses memakai kekuatan supernatural dan alam ini demi kepentingan sendiri yang menghasilkan duit dan kekuasaan, karena menimbulkan “Power tend to corrupt, conflict of interest serta insider trading karena telah lebih dulu mengetahui informasi dari internal perusahaan, sedang kami dari alam semesta ciptaan Tuhan). Karena kami ingin juga berbisnis dan tak boleh memakai kekuasaan perintah itu, maka kami hanya boleh memakai cara surfing mirip di laut yang selalu berombak dan dinamis sesuai sistim turbulensi air atau di udara sesuai sistim aerodinamik. Boleh percaya atau tidak, itu telah terjadi dan tidak berpretensi negatif bahwa itu adalah mistik dan bahkan klenik. Tapi justru sejak krisis ekonomi 1997-1998, justru banyak dari kita, termasuk professional dan pebisnis malah pergi ke paranormal, dukun dan memakai jin untuk menuntun dan meramalkan nasib diri dan usahanya, bukan main sudah tak percaya diri apalagi kepada Tuhannya dalam menghadapi hidup yang keras ini.
Beberapa tips untuk mendapatkan visi, intuisi dan pandangan jauh ke depan :
1. Jika anda di bawah (diatas permukaan tanah), maka pandangan kita hanyalah sebatas kekuatan mata secara teristrial, tak jauh dan tak luas oleh hambatam ketinggian dan bangunan gedung). Cobalah naik ke gedung tinggi, maka makin luas dan jauh pemandangan yang dapat dilihat. Lalu naiklah ke bukit tinggi atau puncak maka pemandangan yang terlihat makin jauh dan luas. Lalu naiklah pesawat atau roket ruang angkasa, maka kita dapat melihat bumi ini lebih luas lagi. Demikian juga cara berpikir dengan open mind agar visi kita dapat melihat apa yang akan terjadi di masa depan tanpa harus ke dukun tentang gejolak nilai Rupiah, inflasi, suku bunga kredit, peluang bisnis dengan cara berpikir “think out of box” agar dapat memperoleh informasi alam dunia dan alam semesta ini. Kata Georges Soros, jagoan valas, Pendelton, Steve Job, Bill Gates dan Warren Buffet salah satu orang teraya di dunia finansil yaitu berjalanlah 6 bulan di depan kurva/grafik, maka anda tak akan rugi dan tersesat dalam persaingan global bahkan akan memetik keuntungan besar. Jadi mereka adalah market maker, market driven dan market innovation, sedang kita malah jadi “bad follower” semata, sehingga kita makin tertinggal dalam globalisasi.
2. Ciumlah, pandang, dan kagumilah mozaik indah dari alunan grafik, mirip seorang ahli vulkanologi mengawasi grafik pergerakan bumi, seorang dokter melihat grafik ECG jantung dan seluruh tubuh pasiennya untuk mendeteksi penyakit, sedang pebisnis lihatlah denyut dan alunan irama surfing turbulensi air dan aerodinamika udara dari kegiatan bisnis sektoral dan makro ekonomi dan banyak lagi cara ilmu selain ilmu ekonomi untuk melihat secara insight, visioner dan futuristic terhadap dinamika bisnis dan ekonomi agar pebisnis dan ekonom tidak bingung, meleset dan tersesat dalam melakukan perencanaan bisnis, ekonomi pembangunan nasional (APBN dan prioritas pembangunan sektoral) serta dalam decision making untuk jangka panjang disbanding harus terjebak dalam tempurung ekonomi matematika dengan berbagai derivatnya yang justru membawa bencana krisis sub-prime mortgages dan 10 kali jenjang derivatifnya dengan asumsi bahwa semua risiko (free risk) dapat dimimalisir dengan hanya memakai rumus matematika yang serba rumit dan canggih, tetapi akhirnya membuat bangunan raksasa derivatifnya runtuh pada tanah yang rapuh (kredit properti golongan lemah) serta membawa dampak sistemik ke seluruh sektor perbakan, perusahaan jasa finansil lain dan manufaktur, terutama di AS, Eropa dan Jepang, termasuk hutang yang berpotensi kebangkrutan di negara Yunani, Portugal dan Spanyol dengan memanfaatkan derivative CDS (Credit Default Swaps) dan CDO (Credit Default Obligations).
3. Berbagi rejekilah kita, kata Tuhan jika anda memiliki iman sebiji sesawi saja, maka engkau akan berkuasa untuk memindahkan sebuah gunung ke tempat lain atau kisah Sangkuriang untuk menciptakan gunung (maaf kalau salah) untuk melakukan suatu pembuktian komitmen. Jika anda mendapatkan rejeki, berbagilah kepada agamamu (Kristen 10 % untuk perpuluhan, dan juga agama lain) dan kepada sesamamu. Kami akan memberikan paling kurang 30 % dari keuntungan kepada orang lain untuk lebih dikembangkan, Georges Soros telah menyumbang lebih dari USD 20 Milyar, Bill Gates sudah mencapai USD 47 Milyar (setara dengan kekayaan sekarang), Warren Buffet menyumbang puluhan milyar dollar dan Pendelton menyumbang milyaran USD dalam akumulasinya sebagai kapitalis yang berwajah sosialis (philantrophic) ke seluruh dunia. Lalu kenapa kita tidak, yang telah banyak menikmati warisan SDA, tanpa perlu harus kerja keras dan bersaing sehat, dibanding Jepang, Singapura dan negara maju lainnya. Perusahaan sekarang sedang giat melakukan Corporate Social Responsibility, Community Development dan Environtment Care (Green Revolution), adalah sesuatu yang cukup baik asal unsur niat promosinya tidaklah terlalu dominan.
4. Bersikaplah terbuka untuk menerima segala informasi yang baik dan benar (open mind and open heart). Bio-economic bukan lagi mengandalkan globalisasi (30 %) dengan sistim computer internetnya, tetapi sudah mengandalkan galaxisasi dengan sistim galaxinet dengan memakai otak terbuka sebagai komputer ultra super canggih yag diciptakan Tuhan untuk dimanfaatkan manusia sebagai mahluk cerdas dalam hidupnya secara bijaksana, benar dan adil (pemakaian otak akan mencapai 20 – 35 %, dibanding sekarang hanya memakai kapasitas otak hanya 0 – 10 % saja dan lebih mengandalkan sistim komputersasi dalam segala bidang). Memang manusia telah membuat sistim computer main frame yang bersifat bio-hybrid, artificial intelligent dan sistim lain yang berdimensi 3, seperti video dan ponsel).
5. Hidup secara alamiah (back to nature) dan janganlah terlalu berlebihan, seperti overdosis (obat dan narkoba), over consumption (makan, minum, miras, property dan barang mewah), over investment, over supply, over demand, overbought and over selling, over greedy, over reactive dan sifat berlebihan lainnya, dimana uang selalu dijadikan panglima yang dapat membeli apa saja di dunia ini. Don’t climb the mountain but hike the hill, because if you forced to raise with greedy, so the natural law (gravity force and the law of diminishing return, natural maturity dan natural conditional reflex) will be forced you to down again on place where you are to climbing.
6. Tetaplah hidup bersih, jujur, anti KKN, jangan egois dan serakah, berjiwa sosial (jangan disalahartikan dengan sistim sosialis kiri dan komunis secara salah kaprah, itupun justruTuhan memberi kesempatan kepada mereka, terutama China dan Rusia untuk menjadi pemimpin ekonomi dunia), tak mau melakukan perbuatan dosa lainnya dan taat beribadah serta sinkronkan antara perkataan, pikiran dan perbuatan, maka Tuhan akan memberikan berkah kebijaksanaan, visi jauh ke depan, berkat rejeki berlimpah, kesehatan dan umur panjang, prestasi gemilang dan super kaya (seperti yang dicapai oleh Bangsa Yahudi, tag oleh Nurul Candrasari Masykuri). Sekian dulu, lain kali disambung lagi. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman lainnya dan sekaligus untuk menjawab beberapa pertanyaan kritis tentang bio-economi hanyalah mistis, sikap skeptis, bersifat teoritis tanpa bukti yang jelas dan empiris serta Sosialisme Modern yang sebenarnya kepada rakyat kecil dan bukan mengacu kepada masalah perburuhan dan majikan. Have a nice day for my best friend Nurul, Dano, Lira dan teman lainnya. Godluck and God bless you.
Jangan lupa kunjungi blog kami, http://edmond-lalang.blogspot.com/

Dear bang Edmond : pertama aku mengucapkan terimakasih dimana telah mengizinkan aku untuk dapat membagikan tulisan indah ini,semoga dapat menjadi sebuah masukan yang baik untuk sebuah solusi yg sedang dicari untuk bangsa ini.(aku pribadi sdg belajar krn aku awam ttg mslh ilmu Ekonomi)

Kedua : Terimakasihku kepada : mas Herry, mas Andika, mas Isman, mas Ilham, mas Bagusnov, LIRA, kang Hendarmin, Mas Suris,Kang Syarief,mas Sendy,mas Barnard,mas Dedy Nur, mas Rall, Pa' Agun, mas Tartib, mas Gun, mas Sugi, mas Slamet, mas Radi, ayunda mb Wulan, mas Zhoel, bang Albert, mas Legowo, mas Heru, mas Pri & mas Septo..
maaf ini sebenarnya adalah sebuah rangkaian tulisan dari ser I,II,III,IV yg dikirimkan lwt my sweet Brother mas Dano dengan penulis yg sama " bang Edmond Ferdinand La'lang' ,aku berharap kita dapat berdiskusi dng baik ,dengan tujuan mencari solusi terbaik untuk negeri ini dan aku masih belajar...

Dan bagi yang ingin share unt ikutan berdiskusi disini sungguh sebuah kehormatan buatku ..dan maaf dikarenakan keterbatasan untuk di "TAG" jadi tidak berarti membatasi... mangga silahkan langsung diskusi bagi yang tertarik ..TERIMAKASIH ya

My Sweet & Best Regards
Nurul Candrasari Masykuri

1 komentar:

NURUL CANDRASARI RADIO

Browser not supported