My Memory of Chemistry class

 cerita dari my best friend 'Denny Rambo'(SMA AL AZHAR 1983)written by : Nurul Candrasari Masykuri
 Sunday, February 7, 2010 at 11:22am



Reuni part: 2
'from Denny Rambo story'
"Chemistry..oh Chemystry... ( memory from class IPA 2, Al-Azhar, High School)
written by : Nurul Candrasari Masykuri

Seperti biasanya .... yang namanya pelajaran yang menjadi momok siswa/i dari mulai SMP dan SMA salah salah satunya adalah... mata pelajaran 'Chemistry" or Kimia......pada kelas kami dulu gurunya adalah pak 'Martin' ..seorang guru Kimia yang cukup lumayan kental wibawanya.... dan kami semua di kelas cukup ketar ketir klo yang namanya ulangan mo tiba... biasalah cari data cari model ulangan..dan yang pasti usaha belajar barengan...
Di kelas ku ini seperti kelas2 yang lainnya pastilah anak2nya terdiri dari berbagai tingkat kemampuan ya dari yang super genius s/d yg biasa2 aja....(aku yg termasuk biasa2 aja)

Dan yang the best diantaranya ada yang namanya :
1. Mr. Benny Bintang Humusta ( om Beben)
2. Mr Juniarto (om EBOOT)
3. Ms.Yufanti Sujudi (teteh' fanti )

Dan seperti juga kelas2 biasanya pasti ada yang so nakal..so baik..kalem..
nach ini my best friend 'Kang Denny Rambo' (memang wajahnya klo di jejerin sm si Rambo..seperti saudara kembar ..lain bapak beda ibu..he...he.. yg pasti ' Handsome lah' )
Denny lumayan lucu..suka jail dan ya..termasuk kemampuan sama lah sama aku..standard-standart aja....dan Denny biasanya suka jalan sama yang namanya om Bondan Luthfi' dan om Budi Sadatoen.. mrk ya sukalah mengganggu yang namanya si 'EBOOT' ...ga ganggu sich benerannya klo jelang ulangan apalagi..langsung lah kang Denny dengan gayanya yang khas Rambo... setengah mendesak dan mimik di kejam2in dikit dengan suara yang agak di serem2 in dikit.... langsung menekan si 'EBOOT' ...singkatnya 'Ebot mah kudu nurut ngajarken ka kang Denny sama kang Bondan'...
Nah pas besoknya mo ulangan..si Eboot kudu ngineplah di rumah kang Denny..di Pondok Indah
dan Bondan ikut juga nginep, ceritanya mo belajar barengan serius.. dng gaya seriusnya dengan bahasa keren kang Denny bilang 'Bot' lw kudu ngajarin gw sm Bondan ..biar bisa dunk skale2 ngalahin si Beben... he..he...
Mulailah si pak guru Ebot dengan serius dengan wajahnya yg memang sdh serius dan lugu abis.. transfer pelajaranlah ke mrk .. baru mulai ga ada bbrp menit ..kang Denny sm Bondan sdh bete abiz..ngantuk...++++ lah... yang pasti ga masuk2 pelajaran klo seperti itu ..padahal ulangan besok pagi jam pertama lagi... wah kudu ada penyemangat dan jalan keluarnya nich biar bisa 100% masuk ke otak...
Finnally ..kang Denny mencari solusi..dan keputusannya minumlah obat penambah kekuatan kerja otak... dengan yakinnya langsung minum CEREBROVIT 2 butir/ orang si Denny &Bondan
ckck...ckckckck.. ternyata memang beneran efektif..langsung kerja otak ..sprint..pokoknya menurut kang Denny wow Amazing...semangat abis..sampai ga'ngantuk..
tapi menjelang shubuh..sehabis shalt shubuh... ceritanya mo getting rest 4 a while before starting to going to school' ....tidurlah mereka semua..
Dan setelah jam yang sudah harus..ke sekolah...dengan keyakinan hmmm "MANTABB"
Pe de abis..yakin bisa..100%.. nich...
Ternyata bgitu bel berbunyi..selesai ikrar... dan masuk kelas... dan menghadapi selembar kertas putih kosong..+ soal chemistry.... apakah yang ada di benak dan pikiran kang Denny dan kang Bondan... ternyata......KOSONG..KOSONG..dan KOSONG...
Waduch cilaka 13.... HELP..HELP..HELP..... EBOOOOOOOOOOOTTTTTT
eboot want you take me please... u're answer sheet please......ha..ha...ha....
untung kaca mata eboot ga jatuh ke lantai..saking ribetnya untuk buatin contekan untuk mereka berdua....WASSALAM BOOOT..dimanakah dikau..... Selamat anda layak dapat BINTANG'
telah berhasil mengantar 2 temanku minum 'CEREBROVIT'...ha..ha...ha..

Kang Denny ..kang Bondan... bgitukah ceritanya???? ha..ha...
Cerita selanjutnya...di episode berikutnya ya teman..he..he..he
Alumni Al Azhar, di tahun 1983 an...

On My Prayer Peace Seed'

(Nurul Candrasari Masykuri)
 Sunday, February 7, 2010 at 5:56pm


Tuhanku, Kaulihat,
Bahwa aku datang kepadaMu
hanya dari arah harapan,

Berpegang pada ujung-ujung taliMu
ketika dosa-dosaku telah mengusirku dari rumah persatuan?

Maka betapa buruk bukit yang telah didaki jiwaku
----hawa nafsunya-------

Celakalah atasnya
karena tergoda oleh sangka-sangka
dan hasrat-hasratnya sendiri

Dan kehancuran atasnya..
karena keberanian terhadap penghulu dan perlindungannya

Tuhanku,
aku mengetuk pada pintu rahmatMu
dengan tangan harapanMu

Lari kepadaMu, mencari perlindungan
dari hawa nafsuku yang berlebihan akan duniawi

Dan menaruh jari-jari cintaku keujung tali-taliMu
Maka ampunilah ...Ya Allah..
kecongkakan dan kekeliruan yang telah kuperbuat

Dan bebaskan aku dari jeratan umbaian jubahku
Karena Engkau adalah Penghuluku
Pelindungku, Penopangku dan Harapanku

Dan Engkau adalah tujuan pencarianku dan hasratku
pada akhir kesudahanku dan kediaman yang kukuh

Tuhanku
Betapa mungkin Kau usir seorang pengemis miskin
yang lari memohon perlindungan dariMu dari dosa?

Betapa Mungkin Kau kecewakan orang yang mencari petunjuk
yang lari memperbaiki diri ke ambang Mu

Betapa mungkin Kau tolak orang yang sedang kehausan
yang datang ke kolam-kolam Mu untuk melepas dahaga..

TAK PERNAH...
Karena kolam Mu penuh selalu walau dalam sulitnya musim kering...

(From : Doa'Ash-Shabah, Saydina Ali' Karramallahu Wajhahu)
written by : Nurul Candrasari Masykuri

Diantara Sekian Kerusakan Perayaan Maulid Nabi

 Share from : My Best Friend 'Taufik Rachman' to Nurul Candrasari Masykuri
 Monday, February 15, 2010 at 2:38am
Teratai Flower

from my albumcollection :
" My Beautiful Flower"
by' Nurul Candrasari Masykuri'



Diantara Sekian Kerusakan Perayaan Maulid Nabi
Share from : My Best Friend 'Taufik Rachman'

Diantara sekian kerusakan perayaan Maulid Nabi
Penulis: Buletin Dakwah AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi 15/Robi’ul Awal
.: :.
Di dalam kitab beliau, Minhaj Al-Firqoh An-Najiyah wat Thoifah Al-Manshuroh, Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menjelaskan kerusakan dan penyimpangan acara peringatan Maulid Nabi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama: Kebanyakan orang-orang yang mengadakan peringatan Maulid terjatuh pada perbuatan syirik, yakni ketika mereka menyanyikan bait-bait syair (nasyid-nasyid atau qosidah) pujian kepada Rasulullah dalam acara itu (yang sering di sebut sholawatan). Mereka mengatakan:

يا رسول الله غوثا و مدد يا رسول الله عليك المعتمد
يا رسول الله فرج كربنا ما رآك الكرْبُ إلا و شرَد

“Wahai Rasulullah, berilah kami pertolongan dan bantuan.
Wahai Rasulullah, engkaulah sandaran kami.
Wahai Rasulullah, hilangkanlah derita kami.
Tiadalah derita itu melihatmu, kecuali ia akan melarikan diri. “

Sungguh, seandainya saja Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam hidup dan mendengar nyanyian tersebut, tentu beliau akan menghukuminya dengan syirik besar (bahkan beliau pasti akan melarang mereka dari perbuatan tersebut). Mengapa? Karena pemberian pertolongan, tempat sandaran dan pembebasan dari segala derita hanyalah Allah Ta’ala saja.

Allah Ta’ala berfirman:
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan (siapakah pula) yang menghilangkan kesusahan….”(QS. An-Naml: 62).

Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah shollahu ‘alaihi wa sallam agar menyampaikan kepada segenap manusia:

قُلْ إِنِّي لا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلا رَشَدًا

“Katakanlah (Wahai Muhammad): “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan suatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan….” (QS. Al-Jin: 21).

Bahkan Nabi Muhammad shollahu ‘alaihi wa sallam sendiripun bersabda (dalam rangka memberi nasehat kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan juga umat beliau lainnya):

إِذَا سَأَلْتَ فَسْأَلِ اللَّهَ ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Bila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah). “ HR. At-Tirmidzi, dan beliau berkata: “Hadits ini Hasan Shohih”).

Kedua: Mayoritas perayaan maulid yang diadakan itu didalam terdapat sikap Al-Ithro’ (berlebih-lebihan) dan menambah-nambah dalam menyanjung (memuji) Nabi shollallahu ‘alahi wa sallam. Padahal Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal tersebut dalam sabda beliau:

لاَ تــطروْنِيْ كَماَ أطرتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقَوُلْوا عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ

“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan dalam memuji Isa bin Maryam. Aku tak lebih hanya seorang hamba, maka katakanlah (tentang aku) ‘Abdulllah (Hamba Allah) dan Rasul-Nya!’“ (HR. Al-Bukhari).

Kemudian dalam acara Maulid itu juga, sering dibacakan kitab Diba’ yang berisi sejarah perjuangan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam salah satu syair kitab ini menceritakan dan di yakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Nabi Muhammad sholallahu ‘alahi wa sallam dari cahaya-Nya, lalu Ia menciptakan segala sesuatu dari Nur Muhammad (cahaya Muhammad).

Sungguh ini adalah ucapan dusta. Sebaliknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu justru diciptakan Allah dengan perantara seorang bapak dan ibu. Beliau adalah manusia biasa yang dimuliakan dengan diberi wahyu oleh Allah.
Bahkan mereka juga menyenandungkan syair Diba’ yang menyatakan bahwa Allah menciptakan alam semesta ini kerena Muhammad. Inipun juga ucapan dusta, karena Allah Ta’ala justru berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. “(QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Ketiga: Dalam acara perayaan atau peringatan maulid Nabi itu banyak terjadi ikhthilat, (bercampur laki-laki dan wanita dalam satu tempat, tanpa adanya hijab/tabir pemisah diantara mereka), padahal ini diharamkan dalam syariat agama kita.

Keempat: Dalam penyelenggaraan acara maulid Nabi ini, sering terjadi sikap tabzdir (pemborosan harta), baik untuk biaya dekorasi, konsumsi, transportasi dan sebagainya yang terkadang mencapai jumlah jutaan. Uang sebanyak itu habis dalam sekejap padahal mengumpulkannya sering dengan susah-payah, dan sesungguhnya hal itu lebih dibutuhkan umat Islam untuk keperluan lainnya, seperti membantu fakir-miskin, memberi beasiswa belajar bagi anak-anak yatim dan sebagainya.

Kelima: Waktu yang digunakan untuk mempersiapkan dekorasi, konsumsi dan transportasi sering membuat lengah atau lalai para panitia peringatan maulid, sehingga tidak jarang mereka sampai meninggalkan sholat berjamaah dengan alasan sibuk atau yang lainnya.

Dan tak jarang pula acara peringatan Maulid itu berlangsung hingga larut malam, akibatnya banyak di kalangan mereka tidak sholat Subuh berjamaah di masjid (karena bangun kesiangan) atau bahkan ada yang tidak Subuh sama sekali.

Keenam: Merayakan maulid (hari kelahiran) adalah sikap tasyabbuh (meniru atau menyerupai) orang-orang kafir. Mengapa? Lihatlah, orang-orang Nasrani punya tradisi memperingati natal (hari kelahiran) Isa Al-Masih, dan juga hari Natal atau ulang tahun setiap anggota keluarga mereka. Lalu, umat Islam pun ikut-ikutan merayakan bid’ah tersebut. Padahal, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam mengingatkan kita:

مَنْ تَـشَـبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka. “(HR. Abu Dawud, shahih).

Ketujuh: Sudah menjadi tradisi dalam peringatan maulid itu, bahwa di akhir bacaan maulid, sebagian hadirin berdiri, karena mereka menyakini bahwa pada waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam hadir dalam majelis mereka. Sungguh ini adalah kedustaan yang nyata. Mengapa? Ya karena Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Dan di hadapan mereka (orang-orang yang telah mati) ada barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan. “(QS. Al-Mu’minin: 100).

Yang dimaksud barzakh (dinding) pada saat tersebut adalah pembatasan antara dunia dan akhirat, sehingga tidak mungkin orang yang telah mati bangkit atau ruhnya yang bangkit.

Di samping itu, seandainya Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam masih hidup, tentu beliau tidak senang di sambut dengan cara berdiri menghormat beliau, sebagaimana dinyatakan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

“Tidak ada seorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat daripada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam. Tetapi jika mereka melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka tidak berdiri untuk (menghormati) beliau, karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah membenci hal tersebut. “(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, shohih)

Maroji’:
Minhaj Al-Firqoh An-Najiyah, karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.

Sumber:
BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi: 15 / Robi’ul Awal / 1425


Lavender flower
from : my album of beautiful flower
by' Nurul Candrasari Masykuri'

"Bimbingan bagi Para Pemuda yang Ingin Kembali ke Jalan Allah"

 Monday, February 15, 2010 at 3:03am
From my album collection
" My Beautiful Flower "
by : Nurul Candrasari Masykuri



"Bimbingan bagi Para Pemuda yang Ingin Kembali ke Jalan Allah"
Oleh: Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Soal:
Saya adalah seorang pemuda yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah. Apa yang harus saya lakukan agar bisa menjauh dari perbuatan maksiat?

Jawab:
Bertaubat kepada Allah adalah perkara yang wajib, demikian juga bersegera dalam taubat adalah perkara yang wajib. Tidak boleh mengakhirkan taubat sampai terlambat, karena seseorang tidak tahu kapan maut menjemputnya.

Allah ta’ala berfirman,

{إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ}

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang taubatnya diterima Allah.” (An Nisa: 17)

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

(أتبِعِ السَّيِّئة الحسنة تَمحُها)
“Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, dia akan menghapuskan kejelekan itu.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya [6/204], dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

Mengikuti kebaikan di sini maknanya adalah bersegera, karena termasuk dari adab taubat adalah bersegera dan tidak mengakhirkannya.

Demikian juga jika Anda bertaubat kepada Allah, hendaknya Anda menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan dosa. Jauhilah teman yang jelek, jauhi teman duduk yang jelek, karena merekalah yang menyebabkan Anda terjerumus ke dalam dosa-dosa.

Pergilah Anda kepada orang-orang yang shalih, duduklah bersama mereka, hadirlah di majelis-majelis ilmu, bersegera datang ke masjid, memperbanyak membaca Al Qur’an dan berzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Inilah yang sepantasnya diperbuat oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah: menjauhi segala sebab kemaksiatan, dan mendekatkan diri dengan perkara-perkara yang baik serta sebab-sebab keta’atan.

(Sumber: Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Fauzan, Jilid I, no 168.



Teratai Flower
from my albumcollection :
" My Beautiful Flower"
by' Nurul Candrasari Masykuri'

"Hukum Merayakan Valentine Day" Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

 (Nurul Candrasari Masykuri)
 Monday, February 15, 2010 at 3:12am
from : Album beatiful flower
by : Nurul Candrasari Masykuri


"Hukum Merayakan Valentine Day"
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan:
Bagaimana hukum merayakan hari Kasih Sayang / Valentine Day?

Jawab:
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena:

Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam.

Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.

Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)

Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.


Semoga Allah Ta’ala Membalas ‘Amal Ibadah Kita.

(Dicopy dari http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=443

Black Roses
from : Album beatiful flower
by : Nurul Candrasari Masykuri

Jeritan Juminten

 Monday, February 15, 2010 at 5:04am
Blue Lily flower
From : my album colection
'My Beautiful Flower'
by : Nurul Candrasari Masykuri


Jeritan Juminten

Satu hari Raja merasa sungguh boring dan bete abis, jadi dia tanya ama pengawalnya si Kasim, “Kasimku, siapa paling pandai saat ini?”

“Abunawas, Tuanku.” jawab si Kasim.

Raja pun manggil Abunawas dan baginda bertitah, “Kalau kamu pandai aku angkat jadi Menteri, coba buat satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti dimulai dengan huruf ‘J’.”

Abunawas terperanjat, tapi setelah berpikir, dia pun mulai bercerita:

Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogja-Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe. “Jamu-jamuuu…, jamu jahe-jamu jaheee…!”

Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.

Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten jerit-jerit: “Jarikku jatuh, jarikku jatuh…”

Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.

Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug.

Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.

Johny justru jadi jealous Juminten jadi juliet-nya Jack. Johny juga jejaka jomblo, jalang,
juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget.

“Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?” joke-nya Johny. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten.

“Jangan jealous, John…” jawab Juminten.

Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil jerawatnya Juminten.
Juminten jerit-jerit: “Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!”

Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebreeet…, Jack jotos Johny.
Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol… jeleekk.

“John, jangan jahilin Juminten…!” jerit Jack.

Jantungnya Johny jedot-jedotan, “Janji, Jack? Janji… Johnny jera,” jawab Johny. Jack jadikan Johny join jualan jajan jejeran Juminten.

Johny jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny “Jolly-jolly Jumper.” Jumpalagi, jek…!!!

Jeringatan: Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja…!!!

JUSAH…!!!

Setelah selesai bercerita Abu Nawas sambil ngos2an, dan Raja merasa puas sampe pergi ke toliet ter-kencing2, lalu kembali dia dari Toilet bilang sama Abu Nawas, " Mulai sekarang
Kamu diangkat menjadi Menteri Kakak-Kikik".
Senang Abu Nawas terus dia bilang " ja ja ja ja..jenang-jenang juga jadi jutawan"


Ditulis ulang dari wall kang Deddy, yang aku share dari Ayundaku tercinta 'Nuni Nurini'
Makajih ja kang Dedy......makasih ya dear my sweet pretty 'mba Nuni'

IMAN YANG MEMPESONA

(edited by : Nurul Candrasari Masykuri) Saturday, February 27, 2010 at 9:38am





yang paling mempesona imannya
Ya Allah, taburkanlah wangian
Diatas kubur nabi yang mulia
Dengan semerbak shalawat
Dan salam sejahtera
(Makrifat Daun, Kuntowijoyo)



Madinah Al-Munawarah, pada dini hari. Membran malam perlahan tersingkap, berganti dengan subuh syahdu. Lengang berpulun dengan udara dingin menggigit. Dan deru sahara hanya terdengar dari jauh. Cerlang fajar sebentar lagi nampak. Shalat subuh hampir tiba, Rasulullah Saw dan para sahabat menyemut pada satu tempat, masjid. Semua hendak bertemu dengan yang di cinta, Allah.

Shalat subuh pun berlangsung sendu, suara nabi mengalun begitu merdu. Ada banyak telinga yang terbuai, hati yang mendesis menahan rindu. Selesai memimpin shalat, nabi duduk menghadap para sahabat. Semua mata memandang pada satu titik yang sama, Purnama Madinah. Dan di sana, duduk sesosok cinta bersiap memberikan hikmah, seperti biasanya.




"Wahai manusia, Aku ingin bertanya, siapakah yang paling mempesona imannya?" Al-Musthafa memulai majelisnya dengan pertanyaan.

"Malaikat ya Rasul Allah" hampir semua menjawab.

Dan nabi memandang lekat wajah para sahabat satu persatu. Janggut para sahabat masih terlihat basah. "Bagaimana mungkin malaikat tidak beriman sedangkan mereka adalah pelaksana perintah Allah."

"Para Nabi, ya Rasul Allah" jawab sahabat serentak.

"Dan bagaimana para Nabi tidak beriman jika wahyu dari langit langsung turun untuk mereka".

"Kalau begitu, sahabat-sahabat engkau, wahai Rasulullah" pada saat menjawab ini banyak dari sahabat yang mengucapkannya malu-malu.

"Tentu saja para sahabat beriman kepada Allah karena mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan".



Selanjutnya mesjid hening. Semua bersiap dengan lanjutan sabda nabi yang mulia. Semua menunggu, sama seperti sebelumnya pesona sosok yang duduk ditengah-tengah mereka mampu menarik semua pandangan laksana magnet berkekuatan maha. Dan suara kekasih Allah itu kembali terdengar.

"Yang paling mempesona imannya adalah kaum yang datang jauh sesudah kalian. Mereka beriman kepadaku, meski tak pernah satu jeda mereka memandang aku. Mereka membenarkan aku sama seperti kalian, padahal tak sedetikpun mereka pernah melihat sosok ini. Mereka hanya menemukan tulisan, dan mereka tanpa ragu mengimaninya dengan mengamalkan perintah dalam tulisan itu. Mereka membelaku sama seperti kalian gigih berjuang demi aku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan para ikhwanku itu".

Semua terpekur mendengar sabda tersebut. Kepada mereka nabi memanggil sapaan sahabat, sedang kepada kaum yang akan datang, nabi merinduinya dengan sebutan "Saudaraku". Alangkah bahagia bisa dirindui nabi sedemikian indah, benak para sahabat terliputi hal ini.

Dan terakhir nabi, mengumandangkan QS Al Baqarah ayat 3: "Mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian dari apa yang kami berikan kepada mereka".
****



Mengapakah terlalu sering kami mengabaikan teladan sempurna ini. Bahkan, terlalu jauh kami terlontar dari sunnahnya. Padahal, engkau ya Rasul Allah, begitu memperhatikan kami, hingga kami disebut pada saat-saat terakhir kehidupanmu. Ketika maut menjemput, nafas satu-satu dan detik-detik penghabisan di dunia sebelum dengan anggun engkau dipanggil Allah. Meski demikian, perkenankan kami menyampaikan salam, salam cinta dan salam kerinduan. Salam bagimu ya Rasul Allah,
salam bagimu kekasih Allah yang mulia.
Betapapun buruk rupa jiwa ini,
Betapapun kerdil pikiran ini,
Betapapun kelu lidah ini berucap,
Ingin kami sampaikan kepadamu wahai nabi al-musthafa:
Shallaallaahu ala muhammad, shallalhu alaihi wasallam...
Salam bagimu ya Rasul Allah.



( sumber: Oase qalbu)
Di270210

Prinsip Separation of Power dan Prinsip Check & Balance dengan melihat study kasus "WATERGATE"

 (by : Nurul Candrasari Masykuri)
 Tuesday, March 2, 2010 at 8:57am


Pilihan Montesquieu pada Negara Republik dengan landasan hukum positif , dimana menggunakan landasan hukum positif, untuk dapat menciptakan pemerintahan yang moderat yang di pilih oleh rakyatnya sendiri dan dijalankan dengan pembagian kekuasaan (separation of power). Dalam hal ini Montesquieu memiliki keyakinan dalam unsur pemeritahan terdapat kandungan 3 unsur : Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Sikap Montesquieu tentang pemisahan kekuasaan sama dengan John Locke.
Namun ia memberi kombinasi kewenangan federatif ke masing-masing cabang Eksekutif dan memasukan kewenangan Legislatif sbg lembaga peradilan ke dalam cabang yang terpisah.



Dalam konsep "Separation of Power" di AS dan pengorganisasian legislatif ke dalam sistem dua kamar (BIKAMERAL) yg di ilhami dari konsep montesquieu. Pemisahan kekuasaan di AS tidak bersifat mutlak dalam kandungan makna kekuasaan yang satu terisolasi dari yang lain. Di dalam Eksekutif sendiri dalam batasan tertentu memiliki juga kekuasaan legislatif, demikian juga sebaliknya, dan saling mengawasi. Prinsip ini yang dikenal "Check & Balances" yang dalam perluasan tertentu, juga dimiliki oleh semua lembaga tinggi negara. Perlu diingat ini berawal dari gagasan seorang negarawan Inggris 'Henry St. Blackstone" (1723 -1780), yg di kemudian dalam sejarah AS ide ini dipakai sebagai salah satu prinsip dalam menyususn tatanan politik AS. Kata kunci dari pemerinthan yg bertanggung jawab di AS tidak terletak pada "separation of power" tapi dari "check & Balances"
dalam hal ini dapat dilihat dari ilustrasi dari kasus "watergate"



Kasus penyadapan telepon yang menjurus terlibatnya Presiden AS "Richard Nixon" tidak pernah bisa terungkap sampai pada ujungnya ia terpilih kembali untuk yang kedua kalinya sebagai Presiden AS. Setelah pemilihan topik perdebatan antara lembaga kepresidenan di satu pihak, dan Congress serta lembaga peradilan lain. Disini tampak presiden Nixon mencoba memakai kekuasaan yang dimilikinya sebagai upaya menyembunyikan keterlibatan dlm masalah tsb. Senator dari partai Demokrat mendesak meminta pita rekaman hasil sadapan, namun Nixon tetap menolak dengan alasan pemisahan kekuasaan antara Legislatif dan Eksekutif, dimana alasan Nixon bahwasannya Eksekutif juga memiliki ruang dan hak untuk menolak menyerahkan rekaman sadapan tsb kepada Congress.

Prinsip separation of power yang juga menjadikan lembaga Legislatif sbg badan peradilan tidak dapat mendesak Nixon untuk memberikan barang bukti pita rekaman tersebut., Namun badan ini memiliki KEWENANGAN untuk MELAKUKAN PROSES PEMERIKSAAN dan PERADILAN tanpa campur pihak lain.

Nixon saat itu dengan kekuasaan yg dimilikinya menginstruksikan bargaining dan kompromi politik dengan jaksa penuntut umum, yang di tolak oleh jaksa penuntut umum, sebagai akibatnya jaksa penuntut umum tersebut DIPECAT'

Selanjutnya dakwaan hukum kepada Presiden Nixon semakin kuat, yang pada akhirnya :
Mahkamah Agung membuat keputusan untuk MEMECAT PRESIDEN NIXON' dengan beberapa tuntutan :

Nixon telah mempersulit dan menghalangi serta menghabat proses penyelidikan kasus sadapan terhadap kasus Watergate.

Nixon telah melakukan penyalah gunaan dan pelanggaran terhadap hak-hak konstitusional warga AS, dan melanggar sumpah jabatan sbg Presiden.





Di congress pun akhirnya para anggota nya percaya bahwa Nixon telah melanggar dan melakukan penyalahgunaan serta pelanggaran konstitusional, yang pada akhirnya Congres memutuskan untuk "MEMECAT NIXON"

Presiden Nixon yang sdh dalam kondisi terdesak , finally 'MENGUNDURKAN DIRI'


Wakil Presiden Gerald Ford, menggantikan posisi Nixon sbg Presiden AS, dan kebijakan awal di bulan pertamanya adalah memaafkan mantan Preesiden Nixon dengan menggunakan kewenangannya sebagai Presiden, sbg kewenangan konstitusional dalam jabatan barunya sebagai Presiden. Congress pun mempertanyakan kebijakan Gerald Ford yang memaafkan Nixon dari tuduhan, dan jawaban Gerald Ford : "Bukan waktu yang tepat untuk itu"
Namun beberapa menteri dalam masa kabinet Nixon dijatuhi hukuman atas ketrlibatan mereka (Kenneth Janda, Jefrey M Berry and Jerry Goldman, feature 3.1 "WATERGATE" dalam
"The Challenge of Democracy, Government in America (Boston: Hounghton Mifflin Company, 1992), hal. 66-67.

Dari membaca kasus Watergate diatas jelas "Separation of Power" dan "Check & Balances" ternyata memiliki prinsip yang berbeda, namun keduanya diperlukan guna menjamin bahwa tidak satupun cabang kekuasaan yang ada mendominasi pemerintahan.

Prinsip pemisahan kekuasaan membagi tanggungjawab pemerintahan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Sedangkan prinsip saling mengawasi dan mengimbangi disini memiliki fungsi mencegah cabang-cabang kekuasaan dari penyalahgunaan kekuasaan, seperti penyalahgunaan untuk tujuan-tujuan khusus , dan kompromi politik, sebagai ilustrasi :

misalnya hanya congress yang dapat membuat hukum , namun eksekutif dapat membatalkan dengan hak veto yang dimilikinya, dan yudikatif (dengan hak untuk menguji apakah suatu keputusan berlawanan dengan konstitusi) dapat membatalkan hukum yang dibuat oleh Congress. Sebaliknya Congress juga dapat membatalkan veto dari Presiden melalui persetujuan dari 2./3 anggota yg masing-masing majelis.

Sebagai akhir dr sedikit sharing disini adalah sehingga krn pemisahan kekuasaan berarti tak satupun badan yg dapat menggunakan kekuasaan atas badan lainnya,sehingga cabang pemerintahan dapat berdiri secara kukuh diatas kewenangan maximum yg masing-masing badan miliki. Namun ini juga dapat melahirkan konflik antara badan-badan yg terpisah tersebut. Dan prinsip saling mengawasi dan mengimbangi dapat mencegah cabang badan masing-masing dengan kemauan masinhg-masing.

Bagaimana dengan Indonesia..
Next part i will return...to share..oke...???

" IBU YANG BURUK RUPA"

 (from: http://www.facebook.com/notes, edited by : Nurul Candrasari Masykuri)
 Friday, March 5, 2010 at 10:36am



Ini adalah sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya


Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.

Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor
senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.



Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini
betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya
kalau tidak ada keperluan penting.

Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan
pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur,
cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada
anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.



Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh
sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.

Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.

Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil.
Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.

Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.



Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran
usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan.
Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.


Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik. Ketika membaca kisah ini di media cetak, saya sempat menangis karena tidak sempat bersujud di hadapan mamaku. Mamaku telah meninggal 3 th lebih saat itu.



Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya.



Source by EmailT http://www.facebook.com/note
Edited by : Nurul Candrasari Masykuri

Catatanku tentang 'Pertumbuhan Ekonomi Jepang dengan model : SOGO SOSHA 総合商社

' (by : Nurul Candrasari Masykuri)
 Tuesday, March 9, 2010 at 11:03pm


Aku membuat catatan ini juga sekaligus dalam kaitan menjawab tentang 'Restorasi Meiji' yang dituliskan my sweet lovely brother " mas Boedi"

うまくいけば、このノートは役に立つかもしれません。アミン
Semoga catatanku ini dapat bermanfaat. amien

Jepang, negara kecil yang dulunya sangat tertutup dan memang menutup diri dari bangsa asing. Jepang mulai maju ketika di pimpin oleh kaisar Meiji.
Bangsa Jepang sebelum Restorasi Meiji adalah bangsa yang penuh carut marut konflik sosial dan konflik antar kelompok, termasuk carut marut ekonomi. Peristiwa Restorasi Meiji 1868 adalah sejarah agung manusia Jepang sesudah carut marut politik itu. Restorasi Meiji menjadi sejarah besar yang pengaruhnya begitu abadi bagi bangsa Jepang hingga saat ini.

Restorasi Meiji bukan hanya "perubahan politik" tapi juga suatu "real cultural revolution".
Restorasi Meiji inilah sebagai katalis dalam kemajuan Jepang menuju negara industri maju. Keberhasilan Restorasi Meiji ini diakui dunia tidak ada bandingannya di seluruh dunia.

Dalam jangka waktu hanya sekitar 30 tahunan telah berhasil membawa Jepang dari negara terisolasi, terbelakang dan tradisional menjadi negara maju yang kompetitif dengan negara-negara barat.

Restorasi Meiji ini juga telah melahirkan tokoh-tokoh yang amat berpengaruh bagi kemajuan Jepang seperti Fukuzawa Yukichi tokoh modernisasi pendidikan Jepang, Dalam era Restorasi Meiji ini ia mampu memberi pengaruh yang amat besar, yang hingga kini mampu menggerakkan masyarakat Jepang untuk mencari ilmu dan terus belajar.
Pada masa itu, beberapa pemuda kemudian dikirim ke Eropa dan Amerika Serikat untuk mencari ilmu pengetahuan dan menambah wawasan.

Selanjutnya pada bagian untuk Kontitusi Jepang :
Untuk masalah konstitusi Jepang berusaha mengadakan penelitian yaitu pada tahun1882, Ito Hirobumi ditunjuk sebagai ketua komite penyelidik konstitusi dan dikirim ke Eropa untuk mempelajari sistem konstitusi pemerintahan di sana.

Selama di Eropa ia menyimpulkan bahwa konsep konstitusi yang paling baik untuk Jepang adalah seperti sistem pemerintahan kekaisaran jerman.

Dan kemudian pada tanggal 11 Februari 1889, ditetapkanlah konstitusi Jepang raya. Akan tetapi, konstitusi ini mulai diberlakukan pada tanggal 29 Nopember 1890 dengan dimulainya sidang pertama parlemen kekaisaran (diet).

Konstitusi ini membagi kekuasaan anatara kaisar dengan dieumakant Kekuasaan kaisar dan perdan menteri dibatasi agar tidak terjadi absolutisme.

Namun demikian, adanya kata-kata yang ambigu dan bagian-bagian yang kontradiktif menyebabkan sistem pemerintahan berubah-ubah dari demokratis ke otoriter sesuai dengan interpretasi partai politik yang berkuasa.

Perubahan ini berlangsung hingga perang dunia ke-2. Kekalahan Jepang pada akhir perang dunia ke-2 memaksa kaisar menyerahkan kekuasaannya.

Pemerintah pendudukan yang didirikan Amerika Serikat Serikat diperintahkan untuk membuat konstitusi baru untuk menyokong hal ini. Kemudian tersusunlah konstitusi Jepang (nihon koku kenpou) yang mulai diberlakukan tahun 1947, bersamaan dengan hengkangnya Amerika Serikat Serikat dan pemerintahan demokrasi-liberal Jepang yang baru mulai berkuasa. Dengan demikian berakhirlah masa berlakunya konstitusi Meiji.



Selanjutnya tentang bagaimana usaha Jepang dalam mengendalikan perdagangan asing ditangan mereka yang selama wkt tsb telah di dominasi oleh perusahaan asing, yaitu dengan cara 'SOGO SHOSHA'

Sebuah majalah mingguan "THE ECONOMIST di Inggris wkt itu menuliskan mengenai perusahaan2 niaga Jepang secara terus menerus di pertengahan 1960 an, dan mengatakan :
" SOGO SOSHA" sebagai KUNCI SUKSES dalam kegiatan Eksport 'Jepang'

Dan dalam 'FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW '
memaparkan sbb :

" Kalau kita harus memilih satu faktor penyebab pertumbuhan perekonomian Jepang yang luar biasa sejak 'PERANG DUNIA' II, tidak akan diragukan lagi bahwa faktornya adalah keahlian tanpa tanding dari bangsa itu dalam perdagangan luar negeri. Di pusat jaringan sedunia dari operasi perdagangan, pemasaran dan keuangan ini, berdirilah sembilan (9) sogo sosha (perusahaan perniagaan umum) raksasa yang memainkan perdagangan Internasional Jepang yang kompleks dan beragam" (.FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW '
edisi Febuari 1980,halaman 39)

Sogo Shosha adalah merupakan organisasi Jepang yang 'unik' sebagai contoh , disini misalnya Mitsui Bussan, sogo shosha nomer 2 di Jepang, yg memperkerjakan 13.000 org. dan memiliki jaringan di 181 kantor di kota-kota besar di dunia, serta menangani produk2 yg beragam spt : Besi dan baja, metal dan bahkan bahan2 kimia ,tekstil dan bahan makanan dan mesin2. Perusahaan niaga demikian luas dan beragam seperti itu tidak terdapat di negara lain. Jadi SOGO SHOSHA adalah merupakan INOVASI KEORGANISASIAN -suatu pembaruan yg didorong oleh permasalahan yang dihadapi negara itu dalam perdagangan Internasional.

Selanjutnya industrialisasi Jepang cukup banyak tergantung pada perdagangan luar negeri. Mula-mula mesin harus diimport dari Barat, yang ditukar dengan eksport beras, sutera, teh dan produk-produk Jepang lainnya. Mesin pd saat tsb msh menduduki posisi penting dalam import keselruhan Jepang.Namun dengan majunya industrialisasi Jepang, bahan baku menjadi import yang paling penting. Perusahan 2 niaga menyediakan bahan baku secukupnya untuk para pabrikan, dan bila diperlukan melakukan investasi mereka jg memasarkan produk2 baru secara agresif ke negara Barat., serta melakukan eksport yang mungkin tidak dilakukan sendiri oleh para pabrikan Jepang. Singkatnya perusahaan niaga merupakan kunci untuk perdagangan luar negeri Jepang.

Karena di negara2 maju lainnya perusahaan niaga tidak memainkan peran penting dalam industrialisasi, dan pertanyaan yg wajaradalah ' sejauh mana Jepang berbeda dengan negara2 lainnya?
Satu faktor penting didalam kesenjangan budaya antara Jepang dengan negara2 lainnya, yang memisahkan pasar Jepang dan pasar Internasional, maka munculah kebutuhan untuk memilih sekelompok orang yg dapat berbahasa asing dan melakukan transaksi internasional untuk mengisi kekosongan tersebut.

Kesenjangan budaya ini pada masa era MEIJI karena Jepang telah terputus dari kontak dengan luar negeri selama hampir 2 abad selama periode 'TOKUGAWA" sebelumnya.
Dengan Restorasi Meiji , Jepang menjadi sebuah negara terbuka, namun untuk waktu yg lama dalam masa kesenjangan tersebut masih ada.

Dalam periode praperang, kaerena 'Nasionalisme yang masih anti asing : pemerintah membatasi pengaruh asing dan secara artificial menguatkan banyak dari kesenjangan budaya tadi. Namun dalam periode pasca perang , negara Jepang menjadi terbuka sepenuhnya, dan kesenjangannya menipis, dan sebagai konsekuensinya basis untuk sogo shosha menjadi meningkat.

Pada titik ini ada 2 faktor yang membantu meningkatkan posisi sogo shosha dalam perekonomian Jepang Bank2 besar mendampatkan bahwa sogo shosha merupakan rekanan usaha yang baik dan Bank menyalurkan banyak dana kepada mereka. Sogo Shosha menggunakan dana tsb untuk bertindak sebagai perantara antara bank dan guna mendirikan cabang2 mereka sendiri atau menguatkan jalinan dengan kelompok perusahaan. Maka mereka memperkuat kedudukan mereka dengan menjadi bagian dari modal.

Laju pertumbuhan perekonomian Jepang yang pesat tidak hanya sekedar memberikan ruang gerak bagi sogo shosha , namun juga melindungi mereka dari para pabrikan yang kemungkinan menyalahgunakan fungsi mereka. Sogo shosha dapat dibandingkan dengan ;
PAHLAWAN DALAM CERITA RAKYAT JEPANG" yakni sbb :

Zatoichi yang merupakan seorang pendekar pedang walaupun matanya buta, Ia sangat kuat karena melatih pendengarannya untuk mendeteksi setiap suara yang dibuat para lawannya, jadi hanya waktu mereka berhenti begerak maka dirinya akan dapat terluka. Karena lingkungan dimana sogo shosha beroperasi menjadi 'statis' , seperti halnya Zetoichi, sogo shosha akan mengalami impoten dikarenakan kehilangan ruang gerak dan para pabrikan semakin memasuki wilayah kegiatan mereka.

Satu tambahan catatan yakni :
Dalam Kehidupan masyarakat Jepang setelah terjadinya peristiwa menyedihkan yaitu 'peristiwa kemanusiaan Terbesar di abad itu peristiwa yang menyayat hati
"JATUHNYA BOM NUKLIR OLEH SEKUTUNAMERIKA SERIKAT"
Yang pada akhirnya :
Satu yang melandasi restorasi Meiji adalah MERPERTAHANKAN KEBUDAYAAN dan ETOS KERJA.
Meskipun mereka menjadi bangsa yang maju nilai-nilai dasar masyarakat asli Jepang tidak pernah hilang.
Nilai-nilai itu terangkum dalam 7 nilai dasar BUSHIDO yaitu:...
1. Gi (Pengambilan keputusan berdasarkan kebenaran, meskipun mati dengan keputusan itu,
(matilah dengan gagah karena matinya terhormat)
2. Yu (Berani dan kstaria,
3. Jin (murah hati, mencintai sesama)
4. Re (Santun, bertindak benar)
5. Makoto (Bersikap tulus, setulus-tulusnya tanpa pamrih)
6. Meiyo (menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan)
7. Chugo (Mengabdi, Loyal)
Tujuh nilai prinsip itu dibaca setiap pagi (diulang-ulang) dan tertanam dalam hati sehingga nilai dasar tersebut menjadi prinsip hidup.

Dan satu hal lagi ketika kaisar 'Meiji' mengirimkan pemuda-pemuda Jepang ke negara asing untuk mempelajari teknologi disana dan saat itu banyak buku-buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan di jual dengan harga yang murah. Sampai saat ini masih bisa dirasakan, dimanapun mereka berada masih menyempatkan diri untuk membaca. Pemandangan yang tak asing bila kita berada di Jepang semua orang Jepang suka membaca bahkan ketika di MR (di dalam kereta..),dan ini menurutku sebuah pemandanga yang sangat indah dan luar biasa.

Andai Negeriku ada yang memikirkan sebuah cara untuk memajukan bangsa ini...
Adakah orang yang mau dan benar2 memikirikan negeri ini...
negeriku oh negeriku....??? dimanakah dikau para ahli ekonom Indonesiaku????
Begitu terlelapkah kau dalam tidur dan mimpimu ??? ataukah memang tak mau memperjuangkannya???

Daftar pustaka :
Yoshihara Kunio , SOGO SHOSHA , Pemandu Kemajuan Ekonomi Jepang'
penerbit Gramedia PT, Jakarta.

Jakarta,9 Maret 2010
by : Nurul Candrasari Masykuri.

HANCURNYA KAPITALISME: UANG, RAKUS DAN ULAH SPEKULAN

 (From : my sweet lovely Brother "MAS DANO ISMAIL"
 Thursday, March 11, 2010 at 9:18pm




TERJADINYA KRISIS KEUANGAN GLOBAL YG MEMBAWA DUNIA KEDALAM RESESI EKONOMI YG BERKEPANJANGAN SAAT INI, TELAH MEMBUKA MATA KITA ATAS SUATU FAKTA BAHWA KAPITALIS TANPA CAMPUR TANGAN PEMERINTAH DIDALAMNYA, TELAH BERUBAH MENJADI KANIBALIS YG GANAS DIMANA YG BESAR MEMAKAN YG KECIL, MELAHIRKAN SIFAT PRIMITIF MANUSIA YAITU SIFAT RAKUS MATERI UANG TANPA BATAS. HAL INI TELAH MENYEBABKAN LEMBAGA2 KEUANGAN GLOBAL MEMPERLAKUKAN DUNIA KEUANGAN GLOBAL LAYAKNYA "MEJA KASINO" SEMATA.

Pada tanggal 22 September 1985 tercipta suatu kesepakatan yg dikenal dengan "Plaza Accord" sebagai hasil keputusan tujuh orang menteri keuangan negara-negara yg tergabung dalam kelompok 7 atau G7: Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Canada dan Jepang. Mereka bertemu di Hotel Plaza New York, sepakat utk menghancurkan nilai mata uang dolar Amerika. Maklum pada saat itu semua barang dagangan bermerek Jepang laris diseantero negara-negara barat. Hampir semua negara maju tekor/deficit berdagang dengan Jepang. Khususnya Amerika telah mengalami defisit perdagangan dgn Jepang yg luar biasa besar nilainya. Oleh karna itu Amerika mengganggap tdk ada cara lain selain membuat lemah mata uang dolar Amerika sehingga barang-barang Amerika menjadi murah diluar negeri. Amerika meminta bantuan negara-negara G7 untuk menghancurkan nilai mata uang dolar Amerika. Sejak saat itu terjadi "concerted action" atau "cordinated intervention" yaitu aksi menjual dolar Amerika secara bersamaan dari bank-bank sentral ketujuh negara industri terkaya didunia tsb untuk membuat nilai dolar AS hancur terhadap mata uang lainnya didunia.

Tahun 1980 nilai dolar AS setara dengan 340 Yen Jepang namun sejak tahun 1985 dolar AS terpuruk dan bahkan pernah mencapai setara dengan 79 Yen melalui drama yg dikenal dengan Drama Yendaka pada tahun 1995.

Sejak tahun 1985 itulah banyak sekali bermunculan "Hedge Fund Manager" yg bisnis utamanya 'membuat uang dari uang' atau mencari untung dengan jual beli mata uang dimana dalam semalam saja dapat meraup keuntungan yg luar biasa besarnya karna nilai dollar AS jatuhnya searah. Maka sejak tahun 1985 inilah uang sudah benar2 dilegalisir sebagai barang dagangan atau komoditi dan bukan lagi semata-mata hanya sebagai alat pembayaran.

Tahun 1992 terjadi drama lain sebelumnya yg dikenal dengan Drama Moneter Eropa. Tujuh tahun sejak spekulan makin banyak bermunculan, mereka merajalela dan semakin berani. Pada tanggal 21 September 1992, Inggris terpaksa keluar dari 'European Monetary System' akibat ulah kaum spekulan yaitu serangan George Soros terhadap Poundsterling Inggris.

Biasanya bank sentral yg dikenal sebagai penguasa moneter dan pemilik cadangan devisa terbanyak dan terkaya didunia sangat ditakuti pasar. Hanya dengan berbicara saja atau sesumbar, dan belum melakukan aksi yg dikenal dgn intervensi, pasar valas sudah ketakutan; maksudnya pasar sangat segan dan takut melawan bank sentral. Namun melalui 'Drama Moneter Eropa' tersebut, tercatat tidak kurang dari 17 bank sentral terkaya didunia melakukan intervensi pasar. Namun aksi ini dilawan oleh para Hedge Fund, nama keren dari para spekulan yang dipimpin oleh George Soros sehingga saat itu sejumlah bank sentral dibuat terkapar dan poundsterling tetap lemah lunglai.

Tanggal 22 September 1992 Harian Kompas mengulas tentang drama yg terjadi di Eropa tersebut dan saat membaca ulasan beberapa pengamat keuangan, maka sempat terpikir bahwa "bukan tidak mungkin orang-orang yang sama akan datang memporak-porandakan kawasan lain yang menurut pengamatan mereka dapat dijadikan mangsa." Dan benar, tepat lima tahun kemudian, tahun 1997, mereka datang ke Asia, masuk melalui Thailand kemudian menghancurkan seluruh kawasan Asia. Macan-macan Asia terluka, lunglai dan rontok satu persatu melalui drama yg dikenal sebagai "Contagion Effect." Sebetulnya menurut pengamatan kami, incaran utamanya adalah China. Namun utk menghancurkan Yuan China yang nilai kursnya selalu dipatok, mereka harus masuk melalui Hong Kong. Namun dolar Hong Kong dijaga secara ketat dan smart oleh otoritas keuangannya.

Modus operandi dan taktik yg digunakan oleh para spekulan dalam menghancurkan mata uang lokal adalah dengan cara; mula-mula meminjam sejumlah besar mata uang lokal dari bank2 setempat pada saat suku bunga overnite sangat murah, dan kemudian uang lokal tersebut dijual dan dibelikan dolar AS. Biasanya bank sentral setempat pada saat melihat ada indikasi pembelian dolar AS secara besar-besaran, maka reaksi spontan yg segera dilakukan adalah menaikan suku bunga overnite. Apa yg terjadi selanjutnya adalah "double jackpot" bagi keuntungan sang spekulan. Nilai dolar AS akan segera menguat terhadap mata uang lokal, spekulan untung atas selisih kurs, kemudian meraup keuntungan lagi dari kenaikan suku bunga overnite tersebut; DOUBLE JACKPOT IN HANDS. Mama mia lezato!!!

KIAT HONG KONG. Apa yg dilakukan oleh otoritas Hong Kong saat itu? Saat otoritas mencium adanya peminjaman mata uang lokal secara besar-besaran dengan suku bunga rendah untuk dibelikan dolar AS, mereka segera dengan kekuasaan otoritas ditangannya memperingatkan (warning) semua bank2 lokal untuk tidak memberikan pinjaman dalam bentuk mata uang lokal kepada fund manager asing; langkah yg luar biasa SMART. Pengumuman warning dilakukan pada hari Jumat dan pada Senin berikutnya, saat kantor bank buka, petugas-petugas otoritas Hong Kong langsung masuk ke bank-bank setempat, mengawasi detil transaksi bank pada hari itu, dan hasilnya, hari Selasa keesokannya para spekulan asing langsung mengambil langkah seribu meninggalkan Hong Kong. China pun selamat!!!

Sedihnya saat itu Indonesia kecolongan karena otoritas kita terlalu 'smart' melawan spekulan dengan terus membiarkan KURS RUPIAH mengambang bebas dan tidak mengendalikan pencairan kredit dadakan di bank2 lokal. Maka akibatnya Rupiah kita terjun bebas sampai menyentuh level 18.000-an per dollar AS sehingga terjadilah krisis multidimensi yg berkepanjangan. Pak Harto pun jatuh!!!


Dana Talangan (Bailout) dan Stimulus: laksana melempar garam kelaut.

Pukul 1.30 malam WIB atau siang waktu Amerika pada tanggal 6 Maret 2009, Indeks DJIA (Dow Jones Industrial Average) di Bursa Wall Street Amerika sempat menyentuh titik 6666,66, terendah sejak April 1997. Hal ini disebabkan karna berita bangkrutnya General Motor, pilar industri kebanggan AS yg berumur ratusan tahun. Padahal beberapa hari sebelumnya Presdien AS Barack Obama didepan Senat AS berpidato dengan luar biasa hebatnya, mengatakan bahwa saatnya untuk mulai membeli saham. Apa yg terjadi di Wall Street yg mewakili mood di Main Street sangat berbeda dengan di Capitol Hill tempat Obama berpidato. Saham-saham berjatuhan, bahkan saham Citibank Corp. hancur dibawah satu dolar AS per saham. Bagaikan rangkaian domino, perusahaan keuangan Amerika rontok satu persatu. Sebut saja; Lehman Brother, Morgan Stanley, Bear Stearns, Merril Lynch, Bank of America, American Express dan nama-nama besar lainnya.

Singkat cerita, utk menyelamatkan korporasi Amerika yg kolaps tersebut, Menteri Keuangan AS berencana memberikan dana talangan (bailout) sebesar 700 milyar dollar AS utk membantu korporasi AS tersebut. Dan tanggal 3 Oktober 2008 DPR AS menyetujui paket tersebut.

Bayangkan 700 milyar dollar AS (yang kemudian membengkak menjadi 1,3 trilyun dollar AS) utk menyelamatkan korporasi yg listing di Wall Street. Dikatakan bahwa dana talangan merupakan sesuatu yg tidak boleh tidak, harus dijalankan (conditio sine qua non). Adilkah? Para pelaku Wall Street sudah kaya raya namun perusahaan tempat mereka bekerja dibuat bangkrut. Ini tidak adil, perusahaan mereka ditolong sedangkan puluhan juta rakyat AS jatuh miskin oleh ulah mereka. Bayangkan jumlah tersebut setara dengan pendapatan setahun 23 juta warga AS dengan pendapatan rata-rata 30.000 dollar AS.

Namun ada pesan Milton Friedman, ekonom kawakan AS dan peraih hadiah nobel bidang ekonomi yg meninggal di usia 94 tahun, sama dengan anjura Adam Smith, bapak ekonomi pasar, bahwa dalam keadaan ekonomi mengering, pemerintah diharapkan bisa menjadi stimulus bagi perekonomian dengan mengeluarkan anggaran, jika perlu sampai dengan DEFISIT... wah?

Virus kebangkrutan ini kemudian menjalar ke negara-negara Eropa. Commerzbank, bank kedua terbesar di Jerman bermasalah dan meminta dana talangan pemerintah sebesar 8,2 milyar Euro. HBOS Lloyd di Inggris rugi 5,18 milyar poundsterling. Bank Dexia dan Bank Kommunalkredit di Austria bermasalah dan diambil alih pemerintah. Allco Finance Australia batal membeli Quantas dan Quantas bangkrut meninggalkan hutang 1 milyar dollar Australia. Carnegie, bank tertua dan terbesar di Swedia diambil alih pemerintah karna bangkrut. Bank Santander Spanyol bangkrut, ditalangi pemerintah. Masih banyak lagi rentetan kebangkrutan yg terjadi pada korporasi keuangan maupun perusahaan yg punya nama besar diseantero dunia mulai dari Jepang, China, India, Iceland dll.

Setelah membaca semua angka-angka dana talangan dan kerugian serta kehancuran nama-nama perusahaan raksasa dunia tersebut, mari kita simak apa yg dikatakan oleh Gubernur Bank Central AS, Ben Bernanke, tanggal 3 Maret 2009 di Washington: "pemulihan ekonomi dari krisis sangat tergantung pada kemampuan pemerintah memulihkan pasar uang yang masih terus bergolak." Pernyataan Bernanke ini menggelitik pemikiran lanjutan kita: "mengapa krisis terus memburuk padahal sejumlah negara sudah menyuntikan dana kesejumlah bank dan lembaga keuangan itu?" Menurut pengamatan kami, ini hanya ibarat melempar garam ke laut, percuma karena tidak mengubah keadaan sama sekali. Tanpa pengaturan secara ketat perilaku para spekulan, pemberian dana talangan hanya akan melanggengkan praktik aji mumpung (moral hazard) di Wall Street alias praktek-praktek penipuan keuangan terus berlanjut. Sebagaimana yang terbukti kemudian bahwa sebagian dana talangan pemerintah AS atau TARP disalahgunakan oleh lembaga keuangan AS utk membayar bonus dan gaji karyawannya (tulisan saya pada 20 Juli 2009). Jika hal ini terus berlanjut maka berapapun uang yang dikucurkan ke korporasi AS akan lenyap ditangan para petualangan Wall Street.

Menurut pendapat kami, pemerintah AS terlalu berpikir dgn cara jalan pintas berdasar pengalaman masa lalu saat terjadi Depresi Berat Dunia tahun 1929, Malaise, AS juga mengandalkan stimulus utk memacu perekonomian mereka pada saat itu. Pemikiran text book thinking seperti ini membawa AS pada situasi dimana talangan sudah bernilai trilyunan dollar AS namun keadaan ekonomi belum juga berangsur pulih. Ada yg dilupakan oleh otoritas AS yaitu bahwa keterkaitan dunia keuangan global sudah sedemikian saling kait mengait dlm bentuk jual beli instrumen2 derivative yg sudah sangat sulit utk dihitung berapa besar "magnitudo-nya" karna instrumen tersebut sudah beranak pinak dan terdistribusi secara luas ke korporasi2 keuangan global. Stimulus hanya merupakan salah satu alat penyelamat ekonomi, namun penyelamatan krisis juga tergantung pada penciptaan sebuah tatanan baru keuangan global. Demikian yg disampaikan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, didepan Konggres AS. Alistair Darling, Menteri Keuangan Inggris menambahkan: "Sejauh ini tidak ada yg tahu kedalaman krisis, tdk ada yg tahu apa yg terjadi. Ketidaktahuan ini membuat dunia tidak tahu harus berbuat apa terhadap krisis yang dihadapi." Pernyataan ini luar biasa mencengangkan saya.

Sampai saat inipun masih muncul dan terus berlangsung spekulasi akbar dipasar uang. Produk-produk yg tidak jelas statusnya terus diperjualbelikan dan regulator tak mampu mengawasinya. Hal ini memunculkan gejolak pasar yang makin membuat runyam kepercayaan konsumen dan perusahaan. Bernanke memberi contoh AIG, perusahaan raksasa Asuransi Amerika, turut berperilaku sebagai Hedge Fund, dengan aksi spekulasi yang dahsyat. Hal ini menimbulkan guncangan hebat dalam sektor keuangan global. Pernyataan ini disampaikan resmi oleh seorang gubernur bank sentral AS, Ben Bernanke didepan Senat AS.

Mantan gubernur bank sentral AS yg pernah memimpin sampai enam periode, Alan Greenspan, sempat mengatakan bahwa fundamental ekonomi suatu negaralah yg perlu diubah dan dijadikan kuat ketimbang mengeluh dan mempersalahkan spekulan. Bahkan Greenspan pernah mengatakan: "spekulan diperlukan utk mengoreksi nilai mata uang yg tidak sesuai dengan fundamental ekonomi." Namun fakta berbicara lain dalam prakteknya. Apakah masih kurang bukti bahwa negara2 kaya dengan fundamental kuat tiba2 harus menghadapi kenyataan bahwa negara merekpun terkena daya rusak krisis keuangan ini, sehingga perlu menyiapkan dana talangan bermilyar dollar??? Harian Kompas tanggal 5 Maret 2009 mengutip pernyataan pimpinan HSBC, Stephen Green, yang mengakui bahwa kesalahan dan kerakusan korporasi keuangan global merupakan penyebab krisis. Beliau menambahkan: "DIPERLUKAN SEBUAH ETIKA YANG HARUS DIJALANKAN SECARA KETAT OLEH PELAKU DISISTEM PERBANKAN." Saat ini bukan saja AIG namun sebagian bank global juga masih terus aktif berspekulasi dengan harapan bisa meraih untung walau dengan resiko akan menelan korban baru.

Disinilah kita dapat melihat secara jelas terjadinya kegagalan kapitalisme dalam tata keuangan dunia dimana yang besar melakukan kesalahan namun mereka harus dibantu dengan uang hasil jerih payah dari rakyat pembayar pajak, dan hanya menyisakan sedikit dana untuk rakyat terbanyak. Untuk menyelamatkan korporasi yang listing di Wall Street dari kebangkrutannya ditalangi dengan dana sebesar 700 milyar dolar dan menyiapkan stimulus 787 milyar dolar, suatu angka yang fantastik. Sedangkan untuk bantuan kepada negara-negara miskin, dunia melalui IMF hanya menyiapkan dana sebesar 25 milyar dolar, itupun bantuan yang penuh dengan kondisionalitas. SUNGGUH IRONIS!!! Seharusnya ada penataan yang lebih baik dalam tata keuangan dunia ini, tidak melulu mengikuti PYRAMID OF CAPITALIST SYSTEM dimana sang raja penguasa hidup dari memangsa orang2 yang tidak beruntung yang berada dilapisan piramida dibawahnya (gambar ilustrasi).

Makanya menjadi relevan jika banyak negara, terutama negara2 dunia ketiga mempertanyakan keadilan dalam tata keuangan dunia saat ini yaitu antara konsep bailout/stimulus vs debt relief/pengampunan utang. Dulu seusai perang dunia kedua, Robert Mac Namara, presiden Bank Dunia pertama, bahkan meminta setiap negara kaya untuk menyumbang kepada negara2 miskin sebesar 5% dari GDP mereka. Mungkinkah saatnya negara2 miskin saat ini meminta debt relief atau debt forgiveness. IMF spontan menjawab menanggapi permasalahan ini dengan mengatakan bahwa dalam surveillance mereka sudah ada 71 negara "low income" yang berpotensi bermasalah akibat krisis global. Namun IMF berpendapat bahwa itu tidak utk debt relief atau debt forgiveness, namun cukup dengan pinjaman bersuku bunga sangat rendah.

Konsep IMF ini justru membuat negara2 miskin seperti Conggo berpaling dan meminta bantuan China membangun infrastruktur mereka ketimbang meminjam dari IMF yang terlalu banyak persyaratannya. Demikian juga negara Iceland yang bangkrut belakangan ini, lebih cenderung meminta bantuan Rusia dari pada IMF. Indonesia pun pernah mengalami uluran tangan IMF namun dengan konsekwensi kita harus mengadopsi seluruh konsep dan agenda IMF dalam hal: debirokratisasi, non subsidi, open market-globalisasi, free trade, pasar bebas, HAM dll, yang menurut pengamatan kami adalah agenda2 terselubung semata. Menurut AS, sudah menjadi kesepakatan internasional bahwa setiap negara yang bermasalah dengan neraca pembayarannya harus meminta IMF utk masuk dan menolong, bukan lembaga lain. Sehingga kita pernah ingat, pada saat terjadi krisis Asia tahun 1997 lalu, Mahathir Mohammad pernah mengusulkan dibentuknya AMF (Asian Monetary Fund) karna Asia hanya butuh 100 milyar dolar utk mengatasi krisisnya, dana tersebut bisa didapat dari China dan Jepang. Namun konsep ini ditolak dengan keras oleh Amerika dan sekutunya karena dianggap moral hazard.

Apabila negara2 miskin tidak ditolong maka akan terjadi kelaparan, pengangguran, tragedi kemanusiaan, malapetaka dan kesengsaraan, penyakit dan meningkatnya kriminalitas dalam masyarakat.
Akhirnya Presiden AS, Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, kini mulai sadar dan bersepakat membereskan tindak tanduk liar sektor keuangan, termasuk perusahaan asuransi, perbankan dan lembaga keuangan lainnya karena sejatinya dari lembaga2 inilah lahirnya perilaku spekulasi yg tanpa kendali sehingga menyebabkan terjadinya krisis dunia saat ini.

Mudah2an dengan membaca note singkat saya ini, teman2 semua dapat menarik hikmah dari krisis keuangan dunia saat ini yang telah menarik dunia kedalam krisis ekonomi yang terus menghantam secara berantai laksana domino saat ditarik satu dadunya. Krisis belum lagi berakhir, bahkan cenderung memakan korban baru. Namun setidaknya kita telah dapat mengidentifikasi penyebabnya sehingga masih dapat memperbaiki tatanan keuangan dunia dan aturannya yang lebih baik lagi kedepan.
Rasanya menceritakan krisis keuangan tanpa menyinggung SUBPRIME MORTGAGE akan tidak lengkap, karna melalui instrumen inilah para spekulan membangun MODUS OPERANDINYA. Keterbatasan halamanlah yang membuat saya akan sajikan tulisan tentang Subprime Mortgage ini dalam notes berikut. Jika ada kekurangan dalam penyajian tulisan ini mohon teman2 dapat memberi masukan melalui kolom comment yang tersedia. Salam sukses selalu

George Soros: Jangan Menalangi Bank dengan Uang Pembayar Pajak Dalam satu wawancara di Jakarta

pada Desember 2006 ,Tempo
 Friday, March 12, 2010 at 6:29am


Monday, February 22, 2010
George Soros: Jangan Menalangi Bank dengan Uang Pembayar Pajak
Dalam satu wawancara di Jakarta pada Desember 2006, George Soros menyampaikan ramalannya kepada Tempo. Katanya, ”Perekonomian Ame¬rika Serikat akan ambruk. Negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu bakal rontok terseret kejatuhan bisnis properti.”

Prediksi Soros terbukti akurat. Hingga saat ini, pemerintahan Presiden Barack Obama masih tertatih-tatih memulihkan ekonomi negara setelah dihajar krisis properti. Di belahan barat, para pemimpin negara Uni Eropa masih jatuh-bangun mengawal perekonomian mereka agar tak terjengkang kembali ke jurang.

Sebagai investor dan spekulan, ”penciuman” Soros dikenal amat tajam. Pendapatnya selalu disimak pemain pasar. Tapi, sebagai spekulan, dia kerap dituding mengail di air keruh di negara-negara yang tengah didera krisis ekonomi. Misalnya ketika krisis moneter menerpa Asia pada 1997.

Tuduhan itu tak bosan-bosannya dia bantah. ”Spekulan hanyalah pembawa pesan yang menyampaikan berita buruk,” kata Soros. Kesalahan kebijakan pemerintahlah, menurut dia, yang melahirkan krisis ekonomi.

Soros memang punya dua sisi wajah yang berlawanan: spekulan pem¬buru untung versus dermawan yang gemar menebarkan triliunan rupiah ke seluruh dunia. Lewat Open Society Institute, Soros terlibat dalam berbagai proyek sosial, lingkungan, dan politik di negara-negara Eropa Timur, Afrika, dan Asia, termasuk Indonesia.

Di usia menjelang 80 tahun, kegiatannya tak kunjung berkurang. Dia tetap aktif memantau dinamika pasar dan terbang ke seluruh dunia mengun¬jungi aneka proyek filantropinya. Kepada wartawan Tempo Sapto Pradityo, Andree Priyanto, Hermien Y. Kleden, serta fotografer Ijar Karim, dia memberikan sebuah wawancara khusus pada Kamis dua pekan lalu di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan.

Gaya bertuturnya halus dan santun—kerap diselingi tawa berderai. Soros muncul dalam setelan jas abu-abu muda yang chic dan elegan. Toh, penampilannya tampak sederhana untuk seseorang dengan kekayaan, mengutip Soros: ”Hanya beberapa miliar dolar.”
Berikut ini petikannya.

Boleh kami tahu apa saja inti masalah yang Anda perbincangkan dengan Wakil Presiden Boediono?
Oh, saya menemuinya untuk mengetahui situasi ekonomi Indonesia. Sebagai mantan pemimpin bank sentral, dia merupakan sumber informasi terbaik. Saya juga bertemu dengan Kuntoro Mangkusubroto (Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pe¬ngendalian Pembangunan—Red.), yang saya kenal di Aceh. Kedua pertemuan itu bermanfaat terutama untuk saya sendiri karena Anda tahu, saya tidak mengikuti perkembangan Indonesia.

Sejumlah media menulis, setelah menemui Boediono, ”Soros tak menyarankan penalangan bank-bank yang ambruk akibat krisis.” Benar demikian?
Tidak tepat seperti itu. Yang saya katakan adalah, ketika suatu sistem terancam runtuh, Anda harus mengambil langkah-langkah penyelamatan sistem. Tapi pemerintah semestinya menghindari pemakaian uang pembayar pajak untuk menalangi bank. Pemerintah juga bertanggung jawab mengatur pasar karena pasar tidak mengoreksi sendiri hal-hal berlebih¬an. Kita tahu, telah terjadi kegagalan pengaturan sistem keuangan global yang mengakibatkan kehancuran dalam skala amat besar.

Di mana posisi Indonesia setelah ambruknya sistem keuangan berskala global?
Indonesia sebenarnya menderita relatif sedikit dibanding pusat-pusat sistem keuangan macam Amerika dan Inggris. Inilah negara-negara yang telah membiarkan globalisasi dan dere¬gulasi pasar finansial. Mereka berkeyakinan pasar tidak perlu diatur. Itu keliru! Sebab, pasar perlu diatur. Dan kini mereka (Amerika dan Inggris—Red.) membayar amat mahal untuk kesalahan tersebut.




Ya, dan Amerika masih terbelit krisis sampai sekarang. Menurut Anda, ¬mengapa kebijakan ekonomi Presiden Obama tak berjalan sesuai dengan harapan?
Saya bersikap kritis terhadap pendekatan yang diambil Presiden Obama. Menurut saya, kebijakan penalangan (terhadap bank-bank Amerika yang ambruk—Red.) terlalu menguntungkan institusi, pemegang saham, dan manajemen institusi keuangan.

Tentu Anda punya alasan?
Pada dasarnya institusi-institusi itu diberi pinjaman yang memungkinkan mereka meraup untung dan lepas dari kebangkrutan. Tapi sekarang, manajemen institusi keuangan menganggap keuntungan itu seolah-olah dihasil¬kan mereka yang bekerja di bank—dan bukan diberikan pemerintah. Nah, mereka harus membayar, karena jelas ini tidak adil. Kebijakan penyelamatan (Obama) bisa dikatakan berhasil dalam arti sistemnya tidak runtuh. Tapi pelaksanaannya memicu kritik dan melahirkan suasana amat buruk bagi aneka reformasi yang diperlukan.

Selama krisis, apakah tim ekonomi Obama meminta nasihat Anda?
Tidak. Tapi saya mengunjungi mereka dan menawarkan beberapa gagas¬an, dan saya kemukakan secara terbu¬ka. Mereka mendengarkannya, tapi tidak menerima saran-saran saya.

Berkali-kali Anda pernah mengatakan, menjalankan bisnis sebetulnya sama dengan mengurus negara. Apa maksudnya?
Saya tidak mencampur kepentingan bisnis dengan kegiatan filantropis, atau dengan kepedulian saya terhadap masyarakat. Sebagai pemain pasar saya bertindak menurut aturan dan ber¬usaha menghasilkan laba. Tapi, sebagai warga negara, bila saya prihatin terhadap suatu aturan, saya akan berusaha mengusulkan aturan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bukan yang hanya menguntungkan saya.

Misalnya?
Saya, umpamanya, mendukung pengaturan lembaga hedge fund. Tapi, bila dana ini ada dalam sebuah gereja, hal ini tak akan saya jadikan kepentingan utama saya. Saya percaya, jika banyak orang—dan bukan hanya kalangan bisnis—yang bersedia menggunakan prinsip ini, demokrasi akan berfungsi lebih baik. Sudah terlalu banyak lobi legislasi untuk kepentingan khusus—suatu hal yang saya tentang.

Anda mendanai begitu banyak kegiat¬an—filantropi ataupun politik—di berbagai negara. Apa alasannya dan bagaimana Anda menentukannya, termasuk untuk Indonesia?
Pada dasarnya saya percaya pada rakyat Indonesia untuk memutuskan apa yang dibutuhkannya. Saya hanya menyediakan dukungan finansial karena saya tidak bisa menjadi pakar tentang Indonesia. Dua bidang yang menjadi pusat perhatian kami di Indonesia adalah pertama, pemberdayaan hukum bagi warga miskin, dan kedua, masalah tenaga kerja (Indonesia) di luar negeri.

Indonesia punya ”pekerjaan rumah” besar selama puluhan tahun, yakni membe¬rantas korupsi. Bagaimana pendapat Anda?
Kami sudah menghabiskan banyak¬ waktu untuk mendukung berbagai upaya reformasi hukum di berbagai negara. Pada dasarnya sebagian besar usaha ini gagal. Kesimpulan kami, hampir tak mungkin melaksanakan reformasi sistem yang busuk dari dalam, karena mereka yang terlibat harus mempertahankan wilayah mereka, dan setiap individu sudah begitu terjerat dalam sistem. Maka satu-satunya pendekatan yang barangkali bisa memberikan hasil adalah mendirikan peradilan baru yang menetapkan prinsip berbeda dari awal. Sampai tingkat tertentu, saya pikir hal ini telah terjadi di Indonesia.

Seperti apa, misalnya?
Ada lembaga pemberantasan korup¬si (Komisi Pemberantasan Korup¬si—Red.), yang punya penyidik sendiri, penuntut sendiri, dan proses yudisial sendiri. Dan badan ini benar-benar telah mengguncang banyak kasus serta membuat dampak besar.

Pemain pasar selalu membandingkan kelihaian Anda dalam spekulasi dengan Warren Buffett. Pernahkah Anda gagal atau rugi dalam berinvestasi?
Pernahkah saya merugi? Ya, tentu saja pernah ha-ha-ha.... Sekitar 45 persen dari investasi.

Anda yakin sampai 45 persen?
Saya tidak mengkalkulasikannya. Tapi, kalau ada yang menghitungnya, mungkin transaksi yang merugi jumlahnya ada sebanyak transaksi yang menguntungkan. Biasanya, tiga kali rugi, sekali untung. Tapi yang sekali itu justru yang besar ha-ha-ha....

Belakangan Anda banyak menaruh perhatian pada isu perubahan iklim. Bagaimana awal mulanya?
Pada 2004 saya mendengarkan kuliah Wakil Presiden Al Gore tentang perubahan iklim dan saya menjadi yakin betul betapa nyatanya problem ini. Saya sudah mengikuti perundingan-perundingan resmi membahas isu ini. Dan saya semakin yakin bahwa masyarakat harus lebih aktif mendorong pemerintah bertindak. Kami mengusulkan skema pembentukan Dana Hijau di Kopenhagen senilai US$ 100 miliar (sekitar Rp 1.000 triliun) dengan menggunakan mekanisme special drawing rights.

Presiden Uni Eropa Jose Manuel Barosso tampaknya terpikat usul Anda.
Ya, Barosso menyetujuinya. Saya pi¬kir ide ini benar-benar bisa dilaksana¬kan semua jika G-20 menyepakatinya.¬ Jika tidak, berbagai hambatan tak akan bisa diatasi. Mekanisme ini memang tak akan memecahkan masalah terpenting di Indonesia, yaitu pembakaran dan pembabatan hutan. Sebab, dana ini hanya bisa digunakan sebagai pinjaman yang harus dibayar kembali. Dan siapa yang akan membayar untuk pelestarian hutan? Kan tidak ada badan seperti itu. Maka masalah seperti di Indonesia perlu pemecahan lain.

Misalnya?
Saya berpendapat, negara maju harus¬ secara efektif membayar pemeliharaan hutan. Umpama, penduduk Uni Eropa yang benar-benar peduli terhadap perubahan iklim bisa dikenai pajak satu persen bila membeli tiket pesawat. Dari dana yang terkumpul, mereka bisa membuat kontrak dengan enam provinsi di Indonesia yang punya masalah dalam pengelolaan hutan.

Ada peran politik Anda yang ingin kami konfirmasikan: benarkah Anda pendukung utama Revolusi Oranye di Ukraina?
Ya, pertama, saya mendukung Revo¬lusi Mawar di Georgia, kemudian Revo¬lusi Oranye di Ukraina, dan terakhir, Revolusi Tulip di Kirgistan. Kami mendukung kegiatan antikorupsi dan pemi¬lihan ulang. Secara pribadi, saya mendukung pemimpin oposisi di Georgia.¬ Ketika mereka naik ke tampuk kekuasa¬an, saya memberikan donasi untuk kepolisian. Atas dasar itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menuding saya penghasut. Dia bilang, kelompok oposan Georgia bekerja karena saya bayar. Tuduh¬an itu tidak benar. Mereka beker¬ja demi rakyatnya. Saya hanya mendukung¬ perubahan rezim secara demokratis.

Apakah latar belakang Yahudi Anda menjadi hambatan Anda melakukan kegiatan di negara tertentu, termasuk di Indonesia?
Ya, saya kira begitu. Fakta saya memiliki banyak uang dan sedemikian aktif dalam kancah politik menimbulkan gagasan adanya konspirasi zionis¬me global—pengaruh uang Yahudi dan sebagainya. Tapi fakta bahwa saya tidak memakai uang saya untuk tujuan zionisme seharusnya menghapus citra ini. Namun saya punya kekuasaan dan pengaruh yang begitu besar, maka saya dianggap sesuai dengan mitos konspira¬si Zionis.

Sering Anda alami hal ini?
Kasus ini amat sering saya hadapi¬ di negara-negara Islam. Tapi ini tidak¬ menghentikan saya menjalankan pro¬yek kemanusiaan di negara Islam. Dalam kasus Israel, buktinya saya berpihak ke Palestina. Kami juga membantu orang-orang Islam yang mengalami diskriminasi. Tapi tetap saja ada kecurigaan.

Apakah Anda membenci Israel? Mengapa Palestina yang banyak Anda bantu?
Saya sama sekali tidak membenci ¬Israel. Tapi saya bersikap kritis terhadap beberapa kebijakan Israel, tanpa membesar-besarkannya. Menurut saya, jika benar-benar ingin menentang kebijakan Israel, saya harus hidup di Israel,¬ dan melakukannya dari dalam.

George Soros (lahir: György Schwartz)

Tempat dan tanggal lahir: Budapest, Hungaria, 12 Agustus 1930

Pendidikan:
• Jurusan Filsafat London School of Economics

Pekerjaan:
• Pendiri dan Chairman Soros Fund Management dan
• Quantum Group of Funds
• Pendiri dan Chairman Open Society Institute
Sumber: TEMPO, 22-28 Februari 2010
Ket foto: George Soros. Foto: dok.www.greencitizens.net
Posted by Ansel Deri, jurnalis dan penulis lepas at 12:27 AM

NURUL CANDRASARI RADIO

Browser not supported