On My Sweet Dream 1001 night..

(by : Nurul Candrasari Masykuri)

Friday, February 19, 2010 at 10:47pm




aku bermimpi indah... naik permadani terbangnya alladin dijemput seorang pangeran dari negeri dongeng,dan ketika di china ia bisikan kata2 di telingaku 'wo ai ni'. selanjutnya di negara Korea ia membisikan lagi "Sarangheyo" selanjutnya ketika di seputar Eropa ia membisikan lagi "I love you" dilanjutkan ke sebuah negeri tempat tanah kelahirannya 'Hitler' dan tetap kau ucapkan
kata-kata yang terindah yakni : " Ich liebe Dich "
Dan mendekati tengah malam di atas permadani aku masih berada di awan kelam yang dihiasi alam dengan bintang yang berkelip genit berkedip dihadapan cahaya rembulan yang sendu
ia mengajakku ke sebuah negeri... sepertinya di negerinya Lenin ..stalin
dan ia mengajakku berputar di sebuah kampus yang cukup luas (CIAMS , MOSCOW) dan ia pun membisikkan sebuah kalimat indah yang ku tahu itu dari sebuah puisi yang pernah di tuliskan 'Lenin' kepada kekasihnya yang isinya :
"kekasih andai cinta ini kau buang sekalipun ke tempat padang tandus yang tanpa air..ia akan tetap hidup,sekalipun akan kau cabut dan kau lempar sekali lagi ke tempat yang lebih tandus... maka ia pun tetap akan bersemi"




Dan setelah itu aku masih melanjutkan perjalanan dan menuju sebuah tempat dan aku melihat aku berada di seputar sebuah bengawan yang mengalir air yang jernih dan dikelilingi taman nan indah..sempat kuberfikir apakah ini sebuah taman impian???
begitu indah dan menakjubkan... lalu sang pangeranpun kembali membisikkan sebuah kalimat dalam bahasa 'Jawa yang cukup lirih terdengar
" diajeng kulo trresna kalian diajeng "




Dan akhirnya perjalanan selesai dan harus berpisah dengan sebuah janji akan menjemputku kelak... sejenak keterpana dan diam terpaku..dalam keheningan malam dan desir angin yang hampir tanpa suara desahnya...
Dalam keheningan aku terpaku..akan kah ia kembali??? akankah ia menepati janji untuk menjemputku kembali...??



on my dream only...




ooo...just dreaming.....gedubraakkk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NURUL CANDRASARI RADIO

Browser not supported