Kunjungan BK Ke AS 1956 ketika melaksanakan SHALATyg di negeri sendiri kadang sering dicap Komunis

, by Nurul Candrasari

 Tuesday, June 8, 2010 at 7:13am
Kunjungan Bung Karno Ke Amerika Serikat (Kisah dalam rangkaian Foto) 1956,
ketika hendak melaksanakan SHALAT yang di negeri sendiri kadang sering dicap KOMUNIS (Dalam arti Komunis = Atheis versi ORBA)
by Nurul Candrasari



Bung karno dengan tongkat komando yang terkenal melintasi korodor masjid tanpa dikawal'

Kisah Dalam serangkaian Foto ini yang menampilkan "SEORANG TOKOH NEGARAWAN REVOLUSIONER YANG DALAM KESEDERHANAAN" , silahkan menikmati rangkaian foto ini dan silahkan ber 'imajinasi' dengan menyaksikan serangkaian bagaimanakah seorang " TOKOH DUNIA, BAPAK BANGSA INDONESIA" ketika di Amerika Serikat tahun 1956 , yang akan melaksanakan Shalat wajib dahulu sebelum melakukan kunjungan kenegaraan.
tanpa kesan protokoler adakah di zaman ini seperti ini ?



Seperti dalam ajaran Islam Bungkarno tampak seperti Jama'ah lainnya , tak nampak Ia sebagai Presiden sungguh suasana yang menyejukkan.







Melaksanakan shalat sunnah'





sungguh pemandangan yang sangat sejuk ..(masih dalam rangkaian shalat sunnah)



masih dalam rangkaian shalat sunnah


Seusai shalat Bung Karno 'berdoa'

Selesai melaksanakan kewajiban Shalat seperti halnya juga jamaah lainnya begitu juga dengan Bung Karno di dalam Masjid tak ada Presiden dan taka ada kesan menteri=menteri dan serangkaian protokoler'
dan seusai menunaikan ibadah Shalat wajib , Bung Karno menuju ruang penitipan sepatu dan memakai sepatunya kembali ( sungguh sangat sederhana sekali )





Selanjutnya Bung Karno melanjutkan kunjungan kenegarraan untuk segera menggelar pembicaraan dengan Presiden Dwight Eisenhower' yang dalam kisahnya hubungan keduanya 'kurang harmonis




Dear all of U ada sebuah catatan kecil saat Bung Karno menjelang detik2 terakhirnya dimana Ia membisikan sebuah pesan :

"Tahu kamu kalau aku ngomong blak-blakan. Aku yakin akan terjadi perang saudara. Kalau perang dengan bangsa lain, kita bisa membedakan fisiknya. Tapi dengan bangsa sendiri, itu sangat sulit. Lebih baik aku robek diriku sendiri, aku yang mati daripada rakyatku yang perang. Aku tidak sudi minta suaka ke negeri orang",inii pesan terakhir Bung Karno.

(dibisikkan kepada Putu Sugianitri ajudannya sebelum ajal)
WHAT DO YOU THINK ?? DEAR ALL MY SWEET LOVELY BROTHER & SISTER??
WOULD YOU TELL ME ????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NURUL CANDRASARI RADIO

Browser not supported