Sunday, May 2, 2010 at 7:36pm
from my sweet brother : Edmond Ferdinand L
Paham ini berdasarkan ideology sosialisme yang berlandasakan rasa kebangsaan dan kebersamaan. Sistim sosialisme ini lebih menyandarkan diri pada keadilan sosial yang da[at dicapai oleh seseorang secara demoktaris (mirip dengan sosialisme demokrat yang dikembangkan ohe Bung Syahrir yang mungkin agak berhaluan kiri mirip yang dikembangkan di negara-negara Eropa Timur sebelum tumbangnya Uni Soviet). Pengelolaan ekonomi, sosial dan politik lebih banyak dikembangkan, dibina, diawasi dan diarahkan oleh negara dimana setiap orang tidak berhak untuk menukmati kesejahteraan secara bebas, tetapi diatur dalam sebuah mekanisme kepartaian. Ternyata yang menikmati fasilitas Negara, umumnya adalah anggota Partai berkuasa (Komunis, tak boleh ada partai lain dan tak demokratis) dan pejabat birokrasi dan militer negara dari pusat hingga ke daerah.
Sosialisme modern adalah sebuah ideology yang bertujuan untuk membina, mengembangkan dan mensejahterahkan masyarakatnya secara demokratis. Setiap orang mempunyai hak untuk menikmati kesejahteraannya secara adil (bukan merata atau pinter goblok penghargaan dan pendapatan sama) sesuai kontribusi dan prestasinya di segala bidang kehidupan. Masyarakat sosialis ini akan membentuk suatu kehidupan ekonomi yang saling menunjang dan mengisi tanpa harus memakan dan mematikan pesaingnya secara idak adil, karena keunggulan modal, teknologi, manajemen dan keterampilannya. Untuk itu, sistim ini akan mendorong pihak swasta untuk berperan dalam bidang ekonomi, politik dan sosial sedang Negara hanya sebagai fasilitator, regulator, pembina dan pensupport terhadap segala aktivitas warganya. Setiap pengusaha harus dapat membina bawahan, orang lain ( pengusaha golongan UKM) dan rakyat miskin untuk diberdayakan. Misalnya saya seorang pengusaha sukses akan membina sejumlah orang kecil yang kurang mampu dalam permodalan, pendidikan, keterampilan bisnis dan keahlian teknologi dengan memberikan modal, membina dan mengembangkan suatu bisnis sesuai kemampuan dan enititas bisnisnya (industry kecil, jasa dan perdagangan) agar dapat memperoleh keuntungan seoptimal mungkin, tapi bukan maksimalisasi profit seperti dalam mindset ekonomi kapitalistik yang tentu akan selalu berjuang keras untuk mendapatkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Ekonomi kapitalistik bersifat survival of fittest (siapa yang kuat dia yang menang) dan agent of development (kerjanya membangun bisnis secara massif dan ekspansif ke seluruh dunia dalam bentuk perusahaan Multinasional dengan mengakuisisi berbagai entitas bisnis di seluruh dunia dengan membentuk Global Corporation yang menggurita dan sering justru mematikan pengusaha kecil di Negara ekspansinya. Sedang ekonomi sosialisme modern adalah bersifat ramah lingkungan, profit yang optimal untuk tidak membunuh pesaingnya, struggle for life (perjuangan hidup di sebuah hutan lebat dimana semua species tumbuhan dan hewan dapat hidup dengan damai, sejuk dan harmonis untuk membentuk suatu jaringan energy atau bio-trophic level yang lestari tanpa harus merusak tatanan ekosistimnya) serta economic manageable yaitu semua entitas bisnis harus memahami konsep hidup berdampingan secara damai tanpa harus berebutan bagaikan hewan buas yang banyak terjadi di sebuah wilayah gurun yang panas, gersang, miskin unsur hara dan tanaman untuk membentuk sebuah hutan yang damai, sejuk dan sejahtera. Sistim ini akan membuat para entitas bisnis akan tahu diri dan mau menahan diri untuk ekspansi, tidak kanibalisme, tidak ber KKN (sogok dan upeti) untuk menang secara tidak adil dan dapat mengetahui kapan terjadinya sebuah pertumbuhan ekonomi yang memanas (overheating) dan berbusa (bubble) untuk mengerem kegiatan bisnis dan segera melakukan take a rest untuk konsolidasi tanpa harus melakukan perang harga, perang strategi, perang bajak membajak CEO dan karyawannya. Dengan demikian akan terjadi suatu dinamika ekonomi yang damai, sejuk dan harmonis.
Selanjutnya jika pengusaha kecil tadi telah sukses (up liner), maka dia akan merekrut orang lain untuk dibina sekitar 3 – 5 orang (down liner) seterusnya, jadi mirip dengan model pemasaran Multi Level Marketing (MLM) tapi tanpa harus mendapatkan suatu fee atas jasanya merekrut orang lain, dan kalaupun ada hanya boleh mendapatkan fee sekitar 1 – 2 % dari keuntungan bersihnya. Dengan demikian, sang up liner tentunya tak perlu mengharapkan suatu payback atas modal dan pembinaan yang telah dilakukannya, seperti juga saya tak mengharapkan fee dari up liner yang telah saya rekrut sebelumnya. Demikian seterusnya, sehingga akan membentuk sebuah jaringan yang besar, luas dan sejahtera. Saya dan up liner tentu berusaha agar down liner dapat sukses dalam bisnisnya. Sistim ini bersifat mirip aliran air dalam sebuah sistim DAS (Daerah Aliran Sungai) dari hulu (up liner) menuju ke hilir (down liner) dalam jaringan belt yang membentuk sebuah komunitas masyarakat yang sejahtera, bersistim sosilisme modern (mirip Sosialis Skandinavia) serta berjiwa religious atau mirip dengan sistim lautan yaitu Blue Ocean Strategy dimana tanpa perlu ada laut berwarna merah berdarah akibat persaingan keras dan tidak membentuk suatu kondisi laut yang bersifat Thermocline Layer dalam arti adanya suatu lapisan suhu panas yang menghambat naiknya bahan kaya nutrient dari bawah untuk membuat sebuah perairan menajdi lebih kaya, ini mirip dengan kondisi ekonomi global dan nasional yaitu kelompok negara / perorangan kaya makin kaya dan kelompok negara/perorangan miskin makin miskin. Dan inilah esensi dari sebagian metoda Bio-Economic yang kami kembangkan sejak 1993-1994. Jika telah terbentuk berbagai sistim DAS wilayahnya, maka mereka akan membentuk suatu masyarakat modern yang sejahtera dan berkeadilan yang ramah lingkungan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Pancasila dan kalau di negara lainnya sesuai dengan azas negara mereka sendiri. Inilah sebuah ide konsep untuk membentuk suatu TATANAN DUNIA BARU (New Order) yang agak mirip dengan ide George Soros untuk membentuk sistim Open Society Foundation, tetapi tentu berbeda dengan model dari Presiden Obama untuk membentuk tatanan dunia baru terutama di bidang politik dan ekonomi.
Sistim Sosialisme Modern ini akan suatu saat akan membentuk suatu masyarakat modern yang akan membentuk kelompok menengah (Middle Class) yang kuat, bersih, jujur, mapan, egaliter dan demokratis, seperti di Negara maju, tapi berjiwa sosial, tak mau mengambil untung banyak (hanya fee 1 % saja untuk biaya koordinasi dan bimbingan) dari kredit (bantuan) yang diberikan (mirip perbankan Syariah tak memakan riba, hanya bedanya bukan bagi hasil), sifat penuh kasih saying tanpa pamrih serta berjiwa religious sebagai kewajiban seseorang sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai warga negara yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar